Bicaraindonesia.id, Surabaya – Pemerintah melalui PT PAL Indonesia memperkuat kerja sama strategis dengan Rusia di sektor pertahanan dan kemaritiman. Langkah ini menegaskan posisi PT PAL sebagai salah satu pilar penting dalam pengembangan teknologi dan industri maritim nasional, sekaligus memperkuat hubungan bilateral kedua negara.
Penguatan kolaborasi tersebut ditandai dengan kunjungan kerja Delegasi Dewan Maritim Federasi Rusia ke PT PAL Indonesia di Surabaya, Rabu (5/11/2025). Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam memperluas peluang kerja sama lintas sektor, terutama di bidang pertahanan dan pengembangan industri maritim.
CEO PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod, menyampaikan kehadiran delegasi Rusia membuka ruang kolaborasi yang lebih luas, khususnya terkait teknologi, rantai pasok, penguatan SDM, dan sistem digital.
“PT PAL butuh strategic partnership untuk dapat support bidang teknologi, supply chain, SDM dan system digital dimana itu memiliki potensi untuk kolaborasi dengan pihak Rusia. Mulai dari kapal perang, kapal komersial hingga bidang energi maritim terbarukan,” ujar Kaharuddin dalam pernyataan resmi dikutip pada Sabtu (15/11/2025).
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak juga membahas peluang pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) dengan melibatkan Rosatom, perusahaan nuklir terkemuka asal Rusia.
Kerja sama ini diproyeksikan mampu memperkuat kesiapan ekosistem industri nasional, terutama dalam mendukung ketahanan energi di masa depan.
Selain fokus pada teknologi, PT PAL Indonesia dan Rusia turut mengeksplorasi kerja sama peningkatan sumber daya manusia melalui program vokasi, pelatihan teknis, hingga magang industri.
“Kerja sama ini diharapkan mampu membuka ruang transfer pengetahuan bagi generasi muda maritim Indonesia,” tambah Kaharuddin.
Penasihat Presiden Federasi Rusia, Patrushev Nikolai, menyatakan kesiapan pihaknya dalam membuka seluruh peluang kerja sama di bidang maritim, termasuk teknologi pertahanan.
“Rusia memiliki semua teknologi kapal perang yang dibutuhkan, dan kita ingin membaginya dengan Indonesia lewat PT PAL yang kita tahu telah melalui perkembangan yang sangat pesat,” ujar Patrushev. (*/An/A1)

Tinggalkan Balasan