Bicaraindonesia.id, Surabaya Kejuaraan bola voli antar klub U-19 resmi berlangsung di Surabaya pada 2-8 Oktober 2025. Sebanyak 44 klub berpartisipasi, terdiri dari 20 tim putri dan 24 tim putra yang berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur.

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya, Hidayat Syah, menyatakan turnamen ini menjadi agenda tahunan untuk menjaring atlet muda berbakat.

“Event ini memang kita selenggarakan tiap tahun untuk mencari bibit-bibit baru. Kalau usianya masih cukup, mereka bisa kita persiapkan hingga 2027, saat Surabaya menjadi tuan rumah. Jadi kejuaraan seperti ini akan terus dibuat rutin,” ujar Hidayat.

Baca Juga:  Surabaya Raih UHC Awards 2026, Kepesertaan JKN Tembus 99,81 Persen

Peserta tidak hanya berasal dari Surabaya, tetapi juga dari Kediri, Malang, Gresik, Bojonegoro, Pacitan, dan Sidoarjo. Menurut Hidayat, keikutsertaan klub luar daerah penting agar para atlet terbiasa menghadapi lawan dengan karakter permainan berbeda.

“Kalau hanya antar klub Surabaya saja, biasanya mental mereka kurang. Tapi kalau melawan tim dari kota lain, mereka lebih percaya diri sekaligus bisa mengukur kekuatan lawan. Itu bagian dari latihan tanding,” tambahnya.

Hidayat menegaskan para atlet mendapat pendampingan penuh. Disbudporapar bekerja sama dengan Pengurus PBVSI Jawa Timur dalam hal pembinaan.

Baca Juga:  Masih 18 Tahun, Terduga Pengedar Sabu Diamankan Polisi di Surabaya

“Kami mendampingi agar anak-anak bisa menjaga stamina, meningkatkan skill, sekaligus memahami teori bermain voli dengan benar,” jelasnya.

Antusiasme peserta juga dinilai tinggi. Sepanjang pertandingan, baik tim putra maupun putri saling memberi dukungan positif antar klub.

“Euforia semacam ini justru bagus. Yang penting tidak ada tindakan anarkis. Support yang positif memang harus kita arahkan,” ucap Hidayat.

Sekretaris Pengkot PBVSI Surabaya sekaligus Ketua Bidang Organisasi Pengprov PBVSI Jawa Timur, Edi Suwasono, juga menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi atas dukungannya terhadap olahraga voli.

Baca Juga:  PDIP Surabaya Tuntaskan Penjaringan Ketua PAC

Menurutnya, kejuaraan U-19 menjadi ajang strategis untuk memantau calon atlet masa depan, baik untuk Surabaya, Jawa Timur, maupun tingkat nasional.

“Kenapa usia 19 tahun? Karena dari sini bisa kita lihat potensi pemain. Misalnya, tadi saya melihat salah satu atlet dari Mojokerto dengan postur tinggi dan skill bagus. Nanti akan terus kami pantau sampai akhir turnamen,” tegasnya.

Dengan dukungan penuh dari pemerintah kota serta tingginya minat peserta, kejuaraan voli U-19 di Surabaya diharapkan mampu melahirkan bibit atlet potensial yang siap mengharumkan nama daerah di level nasional. (*/Dap/A1)