Bicaraindonesia.id, Toba – Potensi wisata Pantai Bulbul di Kabupaten Toba, Sumatra Utara, mendapat perhatian khusus dari Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf) Ni Luh Puspa.
Dalam kunjungannya ke lokasi pada Sabtu (12/7/2025), ia mendorong optimalisasi kawasan tersebut sebagai salah satu destinasi unggulan yang dapat menarik lebih banyak wisatawan ke Danau Toba.
“Ini (Pantai Bulbul) satu kawasan yang punya potensi luar biasa karena garis pantainya panjang, pasirnya putih. Di sini artinya ada potensi yang luar biasa,” kata Wamenpar Ni Luh Puspa dikutip melalui rilis tertulisnya di Jakarta pada Minggu (13/7/2025).
Pantai Bulbul, yang juga dikenal sebagai Pantai Lumban Bulbul, terletak di Desa Lumban Bulbul, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba. Keunikan pantai ini terletak pada lokasinya di tepi Danau Toba, bukan laut, sehingga menawarkan air tawar jernih dan pasir putih yang memesona.
Berbeda dari pantai pada umumnya, Pantai Bulbul menawarkan panorama Danau Toba yang memukau, dengan latar perbukitan hijau serta pohon-pohon rindang yang menyejukkan.
Keindahan alam yang dimiliki Pantai Bulbul menjadi daya tarik utama yang menurut Wamenparekraf perlu dimaksimalkan.
Wamenpar menyampaikan bahwa salah satu cara memaksimalkan potensi wisata Pantai Bulbul adalah dengan membangun jalur jogging (jogging track) yang menyatu dengan lanskap pantai. Hal ini diharapkan bisa meningkatkan kenyamanan dan pengalaman wisatawan yang berkunjung.
“Ini kalau kita bisa membuat area pantai ini yang batasnya seperti jogging track. Jadi bersih begitu tidak ada bangunan, sehingga akan lebih menambah daya tarik, karena kan orang datang ke sini tentu saja ingin menikmati pantainya. Tapi kalau sepanjang pantai dipenuhi dengan bangunan, tentu juga jadi tidak menarik,” kata Wamenpar.
Namun demikian, Wamenpar menekankan bahwa penataan ulang kawasan pantai tidak bisa dilakukan secara sepihak. Diperlukan dialog dan kolaborasi yang matang antara pemerintah daerah, kelompok sadar wisata (pokdarwis), serta masyarakat setempat.
“Tentu ini butuh proses panjang, diskusi panjang dengan masyarakat di sini, dengan pokdarwisnya di sini. Ini Bu Kadesnya juga tentu saja bagaimana memberikan kesadaran, dan juga mengajak masyarakat memahami bahwa pantai inilah sebenarnya daya jualnya. Jualannya itu produknya itu pantainya, gitu. Jadi, kalau produknya kualitasnya tidak bagus, tentu ini akan menghambat kedatangan wisatawan,” ujar Wamenpar.
Dukungan terhadap rencana revitalisasi Pantai Bulbul juga datang dari Pemerintah Kabupaten Toba. Wakil Bupati Toba, Audy O Murphy, menyampaikan komitmennya untuk menindaklanjuti masukan dari Wamenparekraf guna mengembalikan kejayaan pantai tersebut.
“Kalau dulu pantai ini adalah destinasi yang sangat membanggakan dan prioritas bagi Kabupaten Toba. Namun terakhir ini kita melihat pengunjung sangat drastis berkurang, dengan saran-saran dari Ibu Wamen nanti kita akan segera tindak lanjuti dan ajak masyarakat pelaku usaha kepariwisataan yang ada di pantai ini duduk bersama, diskusi bersama, bagaimana supaya apa yang disampaikan oleh Ibu Wamen tadi bisa kita terapkan bersama dan ini adalah untuk kepentingan masyarakat secara putus yang ada di lokasi dan pelaku usaha kepariwisataan yang ada di lokasi,” kata Audy.
Pantai Bulbul sebelumnya memang menjadi primadona wisata lokal, namun dalam beberapa tahun terakhir jumlah kunjungan menurun drastis. Oleh karena itu, revitalisasi kawasan dianggap penting untuk menghidupkan kembali gairah pariwisata di wilayah tersebut. (*/Pr/B1)