Bicaraindonesia.id, Surabaya Pembangunan terowongan bawah tanah penghubung antara Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ) – Kebun Binatang Surabaya (KBS) dinilai akan mendongkrak aksesibilitas bagi pengunjung KBS.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Surabaya, Anas Karno dalam rapat koordinasi di Gedung DPRD Surabaya, Rabu 19 Juni 2024. Rakor tersebut diikuti perwakilan dari Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya dan pihak manajemen PDTS KBS.

“Proyek ini sangat berdampak positif bagi KBS. Terowongan ini akan menjadi akses yang nyaman dan aman bagi pengunjung,” ujar Anas dalam keterangannya seperti dikutip pada Kamis 20 Juni 2024.

Selama ini, pengunjung yang parkir di TIJ harus menyeberangi Jalan Joyoboyo untuk masuk ke KBS. Karena itu, Anas mengharapkan terowongan ini akan mendorong lebih banyak pengunjung untuk memarkir kendaraan di TIJ.

“Dengan adanya terowongan ini, pengunjung akan lebih nyaman menuju KBS dari TIJ. Sehingga akan semakin banyak yang memanfaatkan fasilitas parkir di TIJ,” tambah Anas.

Anas juga optimis karena sepanjang koridor terowongan akan dilengkapi dengan stan-stan UMKM. Keberadaan UMKM ini dinilainya akan memberikan nilai tambah baik bagi KBS maupun Dinas Perhubungan dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari parkir di TIJ.

“Ini akan membuat nilai lebih baik bagi KBS sendiri maupun bagi dishub terutama untuk mendongkrak PAD parkir di TIJ,” ucap Anas.

Sementara itu, Direktur Utama PDTS KBS, Khoirul Anwar mengungkapkan bahwa tujuan pembangunan terowongan bawah tanah ini adalah untuk meningkatkan kemudahan, kenyamanan, dan keselamatan pengunjung KBS.

Menurut dia, selama ini pengunjung KBS harus menyeberangi Jalan Joyoboyo yang padat dan berbahaya. Karena itu, keberadaan terowongan ini nantinya akan membuat akses lebih aman.

“Akhirnya Dishub membangun panel terowongan bawah tanah dengan luasan kurang lebih 600 meter persegi,” kata Khoirul Anwar.

Selain sebagai jalur pejalan kaki, terowongan ini juga akan menjadi lokasi bagi UMKM untuk berjualan. “Di sana nanti itu juga untuk tempat UMKM-UMKM yang ada di bawah,” tambah Khoirul.

Di waktu yang sama, Sekretaris Dishub Kota Surabaya, Trio Wahyu Bowo menyatakan bahwa pembangunan terowongan TIJ bertujuan untuk meningkatkan keselamatan pejalan kaki, mengurangi kemacetan lalu lintas, serta memberikan fasilitas keamanan dan kenyamanan bagi penyeberang jalan dan pengunjung KBS.

“Pembangunan terowongan ini juga diharapkan dapat meningkatkan perekonomian dengan menyediakan ruang bagi produk UMKM sepanjang 160 meter di area terowongan,” kata Trio.

Trio menambahkan bahwa UMKM yang akan menempati terowongan bawah tanah ini akan difasilitasi oleh Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Dinkopdag) Surabaya.

Sebagai diketahui, Pemerintah Kota Surabaya mulai mengerjakan proyek terowongan bawah tanah penghubung TIJ – KBS sepanjang 160 meter.

Proyek terowongan dua arah dengan lebar sekitar 4 meter dan tinggi 3,25 meter ini dijadwalkan berlangsung dari 15 Juni hingga 11 Oktober 2024. (*/Pr/C1)