Bicaraindonesia.id, Surabaya – Pemain Persebaya Surabaya Oktavianus Fernando menilai kegiatan coaching clinic untuk usia muda sangat tepat. Menurutnya, kegiatan itu harus dilakukan secara terus menerus untuk memperkuat fundamental teknik-teknik dasar sepak bola.
“Acara seperti ini sangat positif untuk generasi muda Indonesia terutama di Surabaya,” kata Oktavianus di sela kegiatan coaching clinic pembinaan usia muda by Asrilia Kurniati, di Stadion Brawijaya Surabaya, Sabtu 3 Juni 2024.
Dalam kegiatan tersebut, dia menjelaskan jika para peserta diberikan lima materi. Yakni, mulai dari passing, shielding, dribling, heading dan shooting. “Diakhiri mini game yang akan dibagi secara kelompok,” katanya.
Dia berharap, dengan adanya coaching clinic tersebut para generasi-generasi muda Surabaya dapat mengerti cara yang baik dan benar untuk bermain sepak bola.
“Apalagi dengan bertemu pemain Persebaya seperti Catur dan Andhika serta pemain senior Rendi bisa jadi motivasi mereka,” ujarnya.
Sementara itu, owner AKA Entertainment Indonesia, Asrilia Kurniati mengatakan bahwa kegiatan coaching clinic tidak hanya dilakukan satu kali saja.
“Saat ini volume satu, nanti akan ada volume dua, tiga dan terakhir kompetisi. Volume satu ini saya tidak menyangka bisa sampai 75 peserta yang ikut,” kata Asrilia.
Seharusnya, kata dia, kegiatan tersebut hanya untuk usia 10 hingga 14 tahun. Namun karena banyak permintaan sehingga dibuka mulai umur 7.
“Insyaallah nanti ke depan AKA Raientertainment Indonesia bisa mempunyai klub sendiri untuk anak-anak usia dini,” tuturnya.
Dalam kesempatan yang sama, mantan pemain Persebaya, Rendi Irwan mengapresiasi kegiatan coaching clinic karena dapat mengenalkan teknik dasar sepak bola.
“Kalau menurut saya sepak bola itu harus kenalkan dengan fun, jadi biar anak-anaknini fun dulu baru dikenalkan lebih dalam,” kata dia.
Selain itu, pemain yang sudah mengikuti lisensi B pelatih tersebut berharap, jika kegiatan serupa bisa digelar terus.
“Kalau memang ada kelanjutannya, sangat bagus buat anak-anak muda, karena bisa mengenalkan sepak bola sejak dini,” harapnya.
Sementara salah seorang peserta Raisya Narayya Putri Arofah mengaku senang dengan kegiatan coaching clinic karena bisa mengetahui teknik dasar sepak bola.
“Ini buat nambah experience buat saya, biar main bolanya tidak asal,” kata perempuan yang saat ini duduk di bangku kelas 9 di Sekolah Cikal Surabaya.
Meskipun satu-satunya peserta perempuan di kegiatan tersebut, dia tidak minder berhadapan dengan laki-laki. “Bola itu tidak melulu tentang cowok, tapi cewek juga bisa,” tuturnya.***
Pewarta: Dimas AP
Editorial: A1

Tinggalkan Balasan