Bicaraindonesia.id, Majalengka – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) berupaya memaksimalkan program deradikalisasi, khususnya dalam membangun reintegrasi dengan masyarakat sekitar. Salah satu upaya itu dilakukan melalui sektor wirausaha perkebunan tebu.
Hal ini diungkapkan oleh Kepala BNPT, Komjen Pol Mohammed Rycko Amelza Dahniel, saat berkunjung ke PT PG Rajawali II di Majalengka, Provinsi Jawa Barat, Minggu, 12 November 2023.
Kepala BNPT mengatakan bahwa program ini bertujuan untuk membangun reintegrasi antara mitra deradikalisasi dengan masyarakat sekitar.
“Kami harapkan dari program kewirausahaan ini bisa terjadi reintegrasi dengan masyarakat sekitar dan bisa beradaptasi,” kata Rycko Amelza dalam keterangan resminya, seperti dikutip pada Senin, 13 November 2023.
Ia juga menjelaskan bahwa program deradikalisasi melalui sektor wirausaha di bidang perkebunan, dapat memberikan dua manfaat kepada mitra deradikalisasi. Kedua manfaat itu adalah pekerjaan dan sekaligus membangun reintegrasi.
“Kami harapkan dengan program kewirausahaan ini, mereka bisa beradaptasi dan terintegrasi dengan masyarakat sekitar. Program ini juga bukan hanya memberikan pekerjaan, tetapi juga membangun cara berfikir yang positif,” ujar Rycko.
Rycko mengharapkan para mitra deradikalisasi yang nantinya melakukan kegiatan wirausaha perkebunan, dapat lebih mudah kembali ke kehidupan bermasyarakat setelah keluar dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas).
Sementara itu, Direktur Utama PT PG Rajawali II, Wahyu Sakti Priyonggo menyambut baik kerjasama dengan BNPT. Ia mengatakan, program ini memberikan manfaat bagi perusahaan, terutama dalam meningkatkan produksi tebu.
“Banyak hal positif terhadap kami, terhadap peningkatan tebu dan kami bisa membantu program program BNPT khususnya,” tandasnya. ***
Editorial: A1
Source: BNPT RI

Tinggalkan Balasan