Bicara Indonesia
Indonesia Positive Journalism

Tiga Pilar Surabaya Intensifkan Pengawasan Protokol Kesehatan di Hotel

Bicaraindonesia.idSatgas Covid-19 Kota Surabaya terus berupaya memasifkan pencegahan penyebaran Covid-19. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengimbau seluruh pengelola hotel di Surabaya agar melakukan pengecekan kesehatan bagi setiap pengunjung atau tamu yang akan menginap lebih dari tiga hari.

Nah, untuk memastikan hal itu, jajaran tiga pilar di 31 kecamatan Surabaya melakukan sosialisasi sembari pengecekan langsung ke setiap hotel yang ada di masing-masing wilayahnya.

Seperti yang berlangsung pada Selasa (9/2/2021) malam. Tiga pilar Kecamatan Tenggilis Mejoyo Surabaya melakukan sosialisasi sekaligus pengecekan jumlah penghuni hotel yang berada di kawasan Jalan Raya Prapen Surabaya.

Pengecekan dilakukan untuk memastikan tidak ada warga atau pengunjung yang positif Covid-19 sedang melakukan isolasi mandiri (isoman) di hotel. Sebab, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah menyediakan tempat tersendiri bagi warga yang ingin melakukan isoman.

“Kita sudah sampaikan, besok kita akan datang kembali. Kita akan cek mereka yang (menginap, red) lebih dari tiga hari kita minta menunjukkan hasil PCR Swab (negatif) ataupun rapidnya (non reaktif) untuk keselamatan kita bersama,” kata Kapolsek Tenggilis Mejoyo Surabaya, Kompol Kristiyan Beorbel Martino saat ditemui usai kegiatan, Selasa (9/02/2021) malam.

Untuk itu, Kompol Kristiyan kembali mengingatkan pihak manajemen hotel agar intensif melakukan pemeriksaan bagi setiap tamu atau pengunjung yang akan menginap lebih dari tiga hari. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa para pengunjung itu terbebas dari Covid-19.

“Kalaupun ada yang belum (melakukan swab), kami sudah mengimbau untuk besok pagi bisa langsung swab di sekitar wilayah kita. Kalau negatif (hasilnya) bisa melanjutkan (menginap). Kalau positif kita akan anjurkan dirujuk ataupun kita evakuasi ke tempat yang sudah disediakan oleh pemerintah,” terangnya.

Menurut dia, imbauan menginap lebih dari tiga hari harus menunjukkan hasil Swab PCR negatif atau rapid test non reaktif tak hanya berlaku bagi warga luar kota yang ingin menginap lebih dari tiga hari di hotel Surabaya. Namun, hal ini juga berlaku bagi seluruh warga Kota Pahlawan.

“Ini demi keselamatan karyawan maupun penghuni hotel yang lain. Karena disinyalir ada yang berupaya melakukan karantina atau isolasi mandiri di hotel ataupun tempat penginapan,” ungkap Kompol Kristiyan.

Sebenarnya, kata dia, aturan ini tak hanya berlaku pada saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro. Sebab, saat diterapkannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada 2020 lalu, imbauan ini sudah disosialisasikan. Hal itu semata-mata untuk melindungi warga dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Jadi saya rasa sangat penting kita mengingatkan kembali dari pihak manajemen. Bagi mereka yang belum ya kita ingatkan, besok kita cek kembali. Apabila mereka tidak melaksanakan ya akan kita berikan sanksi sesuai aturan yang berlaku,” pungkasnya. (A1)

Kirim Komentar: