Bicara Indonesia
Indonesia Positive Journalism

Konselor Sebaya, Strategi Pemkot Surabaya Atasi Problematika Anak


Bicaraindonesia.idPemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memiliki banyak program yang bertujuan untuk mendampingi dan menjaga anak-anak. Bahkan, berbagai fasilitas juga terus disediakan agar anak-anak mendapat kegiatan positif, baik di dalam maupun di luar sekolah.





Salah satu ruang kegiatan positif yang ada di sekolah adalah Konselor Sebaya. Tahun 2019, merupakan penyelenggaraan ketujuh program Konselor Sebaya yang digelar Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya.





Konselor Sebaya ini digelar mulai 15 – 18 Oktober 2019, dengan melibatkan 2.715 pelajar SMP/MTs baik negeri dan swasta se-Kota Surabaya.





Pelaksanaannya, disebar ke lima titik. Untuk wilayah Surabaya pusat, bertempat di SMPN 3 Surabaya, Utara di SMPN 5 Surabaya, Selatan di SMPN 13 Surabaya, Barat di SMPN 26 Surabaya, dan Timur di Kantor Dispendik Surabaya.





Kepala Dispendik Kota Surabaya Ikhsan mengatakan, dalam beberapa tahun ini pihaknya mempunyai program guru bimbingan konseling (BK) di sekolah adalah sahabat siswa.





Konsepnya, guru BK tidak menunggu anak datang untuk menceritakan problem yang dihadapi, namun guru BK mendekati anak tersebut terlebih dahulu untuk melakukan pendekatan. Dengan demikian, anak tersebut bisa lebih terbuka.





“Guru BK ini tidak sendiri, karena kami juga menyiapkan tim tingkat kota untuk memberi pendampingan. Seperti dari Asosiasi Psikolog Sekolah Indonesia (APSI), lembaga swadaya masyarakat yang konsen dengan persoalan anak, psikolog jalanan, dan lain sebagainya,” kata Ikhsan.





Ikhsan mengungkapkan, agar guru BK tersebut bisa masuk kepada anak-anak tadi, dilatihlah para Konselor Sebaya. Siswa yang dilatih memiliki kriteria supel dan mudah bergaul.





Sebab, tak sedikit anak yang lebih memilih bercerita kepada teman sebayanya dibanding kepada guru. Dari Konselor Sebaya ini, guru BK mendapatkan informasi yang bisa ditindak lanjuti.





Mantan Kepala Bapemas dan KB Kota Surabaya ini menegaskan bahwa program untuk anak-anak yang ada di sekolah ini terhubung dengan Pemkot Surabaya.





Jika di sekolah ada Konselor Sebaya, di tingkat kota ada Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) yang ditujukan bagi keluarga, serta Kampung Pendidikan Kampunge Arek Suroboyo untuk mengedukasi masyarakat.





“Semua program yang dikembangkan itu agar anak-anak Surabaya lebih terjaga. Dan tidak ada lagi anak-anak yang terlibat geng-gengan yang oleh Ibu Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sudah didamaikan beberapa waktu lalu,” pungkasnya.


Baca Berita Lainnya:
Kirim Komentar: