Bicaraindonesia.id Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa meminta pemangku kepentingan (stakeholders) berkolaborasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan manjadi semakin baik.

Itu disampaikan Gubernur Khofifah saat Refleksi Pendidikan Jawa Timur 2022 dan Launching Program 1000 Santri OPOP Digipreneur di Surabaya, Kamis (22/12/2022) malam.

“Banyak prestasi di bidang pendidikan yang diraih tahun ini, karena kita kerja keras dan kerja terukur serta diiringi dengan doa, itu harus kita tingkatkan,” kata dia seperti dikutip melalui laman kominfo.jatimprov.go.id pada Sabtu (24/12/2022).

Gubernur menyebutkan bahwa refleksi pendidikan 2022, cukup membanggakan karena semua pihak bekerja bersama.

Baca Juga:  Stok Aman, Harga Dijaga: Strategi Khofifah Kendalikan Pangan di Jawa Timur

“Banyak prestasi yang kita capai dan raih dari sinergitas seluruh stakeholders di Jawa Timur, tentu tidak mudah untuk mencatatkan dalam sejarah prestasi pendidikan, maka saya mohon panjenengan semua menjaga dan meningkatkan, kalau sekarang kita membangun kolaborasi yang kuat, maka lanjutkan, tingkatkan, dan terus ditumbuhkembangkan,” harapnya.

Di kesempatan itu, mantan Menteri Sosial RI ini juga berterimakasih atas support dari berbagai perguruan tinggi untuk mempersambungkan semangat, pikiran, gerakan serta keberlanjutan pendidikan di Jawa Timur.

“Hari ini anak-anak kita yang lulus SMA masih lebih 50 persen belum melanjutkan ke perguruan tinggi, itu PR kita bersama. Banyak program yang diluncurkan, beragam beasiswa juga disiapkan, tapi mungkin ada hal yang memang harus dilakukan, salah satunya proses pendekatan secara lebih komprehensif, supaya capaian-capaian yang sudah bisa kita catatkan dalam sejarah prestasi pendidikan Jawa Timur terutama untuk SMA, SMK, dan SLB bisa kita tingkatkan,” tuturnya.

Baca Juga:  Stok Aman, Harga Dijaga: Strategi Khofifah Kendalikan Pangan di Jawa Timur

Sementara itu, mengenai peluncuran 1000 Santri OPOP Digipreneur, Gubenur Khofifah menilai, hal ini merupakan tantangan baru bagaimana mengawinkan antara potensi santri dengan potensi di masing-masing peluang usaha serta potensi yang ada di SMK unggulan.

“Saya mohon bisa mempersambungkan bagaimana menyiapkan 1000 santri preneur dengan ekosistem tiga pilar yakni santri preneur, pesantren preneur, dan sosial preneur. Ini akan menjadi harapan kita semua, bahwa yang kita luncurkan pada malam hari Program 1000 Santri OPOP Digipreneur masuk pada perkembangan industri dengan memanfaatkan dunia digital,” tutupnya ***

Baca Juga:  Stok Aman, Harga Dijaga: Strategi Khofifah Kendalikan Pangan di Jawa Timur

Editorial: B1
Source: Kominfo Jatim