Bicaraindonesia.id – Banjir luapan Bengawan Njero, anak sungai Bengawan Solo, menyebabkan sejumlah desa di wilayah Kabupaten Lamongan masih terisolir. Bahkan, hampir satu satu bulan air tak kunjung surut.
Hal itu lantas membuat Satlantas Polres Lamongan tergerak untuk melakukan aksi kemanusiaan. Aksi tersebut dikemas dalam program Polantas Peduli.
Tak canggung, Kasat Lantas Polres Lamongan, AKP Aristianto Budi Sutrisno bersama para perwira Lantas, menerjang banjir dengan menggunakan perahu. Mereka menyambangi satu per satu rumah warga yang terisolir dan memberikan bantuan kemanusiaan berupa sembako.
Program Polantas Peduli merupakan aksi kemanusiaan yang digagas oleh AKP Aristianto Budi Sutrisno untuk memberikan bantuan langsung kepada warga terdampak banjir.
“Kita dari Satlantas Polres Lamongan Peduli menyambangi desa yang terisolir akibat banjir dan memberikan semangat kepada warga serta sedikit bantuan untuk meringankan beban mereka agar tetap semangat,” kata Kasatlantas dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (29/1/2022).
Sementara itu, Kepala Desa Gambuhan, Kecamatan Kalitengah, Kabupaten Lamomhan, Moh Yasin mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan Satlantas Polres Lamongan.
“Terima kasih saya sampaikan kepada bapak-bapak kepolisian Lamongan atas perhatiannya kepada warga kami. kemarin sempat surut 2 sentimeter, namun terjadi hujan, air kembali naik,” ujarnya.
Seperti diketahui, sudah hampir satu bulan banjir merendam enam kecamatan dan belum surut. Yaitu, Kecamatan Kalitengah, Deket, Glagah, Karangbinangun, Turi, dan Karanggeneng.
Sementara banjir terparah, berada di dua desa, yaitu Desa Gambuhan dan Bojoasri Kecamatan Kalitengah. Hal itu lantas membuat ratusan warga masih terisolir karena akses jalan tidak bisa dilalui oleh kendaraan, baik roda dua maupun empat. (SP/Hd1)