Bicaraindonesia.id, Sleman – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), meluncurkan program inovasi Jaka Tingkir (Jelajah Perpustakaan menuju Literasi yang Terkini dan Responsif).
Program Jaka Tingkir tersebut sebagai respons atas tantangan era digital yang membanjiri siswa dengan arus informasi.
Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Sleman, Christina Rini Puspitasari menuturkan, fokus utama inovasi ini bukan sekadar teknis membaca, melainkan membekali pelajar dengan kompetensi menyaring dan memanfaatkan data secara bijak.
“Melalui inovasi ini, diharapkan semakin banyak siswa di Sleman yang tertarik untuk mengeksplorasi pengetahuan dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis agar siap menghadapi tantangan masa depan,” kata Christina seperti dikutip melalui Infopublik pada Kamis (19/3/2026).
Dalam pelaksanaannya, program Jaka Tingkir mengandalkan armada perpustakaan keliling sebagai media jemput bola.
Armada ini secara aktif mendatangi sekolah-sekolah, terutama yang berada di wilayah dengan akses terbatas terhadap fasilitas perpustakaan konvensional.
“Armada keliling Jaka Tingkir mendatangi langsung ke sekolah-sekolah, menyajikan berbagai koleksi buku, majalah, dan sumber belajar lainnya, sekaligus mendekatkan layanan perpustakaan kepada mereka yang membutuhkan,” kata Christina.
“Kami ingin memberikan pengalaman membaca yang lebih menyenangkan dan relevan bagi anak-anak agar membaca menjadi kebiasaan positif sehari-hari,” tambahnya.
Secara regulasi, program Jaka Tingkir merupakan implementasi dari Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Sleman Nomor 22 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Perpustakaan.
Dengan pendekatan interaktif, perpustakaan keliling diposisikan sebagai ruang kreatif yang mampu menginspirasi pelajar untuk terus belajar sepanjang hayat. (*/Ip/C1)

Tinggalkan Balasan