Bicaraindonesia.id, Surabaya – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur menyiapkan strategi baru untuk meningkatkan prestasi atlet menjelang Pekan Olahraga Nasional Bela Diri II 2026 di Sulawesi Utara.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah menerapkan sistem visual coaching sebagai panduan pelatihan bagi para pelatih cabang olahraga.
Ketua KONI Jawa Timur, Muhammad Nabil, menjelaskan sistem visual coaching dikembangkan melalui kerja sama dengan Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Metode ini dirancang untuk membantu pelatih menyusun program latihan yang lebih terstruktur, terukur, dan berbasis sport science.
“Visual coaching memberikan gambaran program latihan yang bisa menjadi panduan bagi pelatih dalam menyusun program latihan. Program tersebut juga harus dimasukkan ke dalam sistem agar dapat dipantau dan dievaluasi,” kata Nabil dalam keterangan tertulis di Surabaya dikutip pada Jumat (13/3/2026).
Melalui sistem tersebut, setiap pelatih cabang olahraga diwajibkan menyusun program latihan yang jelas. Program itu nantinya akan didampingi oleh tim Badan Pelaksana (Bapel) Pusat Latihan Daerah (Puslatda) serta Badan Sport Science (BSS) KONI Jatim.
Pendampingan dilakukan untuk memastikan metode latihan tetap terarah dan memiliki standar yang seragam, meskipun berasal dari cabang olahraga yang berbeda.
“Nanti kami memberikan masukan dan arahan. Selain itu juga akan ada kunjungan untuk mengonfirmasi program latihan agar ada keseragaman pola latihan,” jelasnya.
Dalam sistem visual coaching, program latihan yang disusun pelatih akan dibagi menjadi dua komponen utama.
Pertama, program latihan umum yang menjadi dasar pembinaan atlet. Kedua, program latihan spesifik yang disesuaikan dengan kebutuhan, kondisi fisik, serta target masing-masing atlet.
KONI Jatim juga berencana memanggil seluruh pelatih setelah Lebaran untuk mempresentasikan program latihan yang telah disusun. Program tersebut kemudian akan ditelaah dan dievaluasi oleh tim Bapel Puslatda serta BSS.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan program latihan benar-benar efektif dalam meningkatkan performa atlet.
“Tujuan kita jelas, yakni memperoleh medali sebanyak-banyaknya. Untuk itu harus ada target yang terukur,” ujar Nabil.
Penerapan visual coaching tidak hanya difokuskan untuk menghadapi PON Bela Diri II 2026. Sistem ini juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang pembinaan atlet Jawa Timur.
Salah satu agenda penting berikutnya adalah Babak Kualifikasi (BK) PON 2028 yang akan menjadi pintu bagi atlet untuk lolos ke ajang Pekan Olahraga Nasional berikutnya.
Rencananya, program Puslatda akan mulai berjalan pada April mendatang sebagai tahap awal persiapan.
“Dari situ kita mulai menyusun tahapan, mulai dari target mengikuti event, kemudian BK PON, hingga akhirnya tampil di PON yang sebenarnya,” tutup Nabil. (*/Dap/A1)


Tinggalkan Balasan