Bicaraindonesia.id, Surabaya – Komunitas sosial Ikatan Perempuan Indonesia Peduli (IPIP) menyalurkan santunan kepada ratusan warga berpenghasilan rendah di Surabaya dalam kegiatan bakti sosial bertajuk “Jalinan Kasih Ramadan”, dengan sasaran utama marbot masjid dan penggali kubur.
Sebanyak 200 penerima manfaat yang terdiri dari marbot masjid, guru ngaji, penggali kubur, hingga pengumpul sampah menerima bantuan dalam kegiatan yang digelar menjelang Hari Raya IdulFitri 1447 Hijriah.
Ketua Umum IPIP Asrilia Kurniati mengatakan kegiatan bakti sosial ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap bulan Ramadan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.
“Kegiatan ini merupakan bakti sosial akbar yang rutin kami adakan setiap Ramadhan, sekitar 10 hari hingga satu pekan menjelang Lebaran,” kata Asrilia saat ditemui di Surabaya, Senin (9/3/2026).
Dalam kegiatan tersebut, setiap penerima memperoleh bantuan senilai Rp675 ribu. Nilai tersebut terdiri dari paket sembako Rp200 ribu, santunan tunai Rp200 ribu dari IPIP dan para donatur, zakat Rp200 ribu dari anggota IPIP Ning Titin, serta kupon makan dan minum senilai Rp75 ribu.
Asrilia berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban ekonomi para penerima sekaligus membantu mereka mengelola kebutuhan rumah tangga di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil.
Menurut dia, pada tahun sebelumnya, kegiatan bakti sosial IPIP mampu menjangkau sekitar 2.000 penerima dari kalangan kaum duafa. Namun pada tahun ini jumlah penerima sengaja dikurangi agar nilai bantuan yang diberikan bisa lebih besar.
Ia menambahkan, sasaran penerima santunan tahun ini diprioritaskan kepada profesi yang jarang mendapatkan perhatian, seperti marbot masjid, guru ngaji, penggali kubur, dan pengumpul sampah.
“Kelompok ini jarang mendapat perhatian, padahal penghasilan mereka sangat terbatas bahkan ada yang hanya menerima imbalan secara sukarela,” tutur Asrilia.
IPIP berharap kegiatan sosial tersebut dapat terus berlanjut setiap tahun dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat yang membutuhkan, sekaligus mempererat silaturahmi antara komunitas sosial dan warga. (*/Dap/A1)

Tinggalkan Balasan