Bicaraindonesia.id, Jakarta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melakukan revitalisasi Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Halte TransJakarta M.H. Thamrin-Sarinah di Jakarta Pusat.

Revitalisasi ini bertujuan meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pejalan kaki, sekaligus memperluas akses bagi penyandang disabilitas serta kelompok prioritas.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyampaikan, JPO Sarinah memiliki nilai historis yang kuat. Jembatan tersebut merupakan JPO pertama di Jakarta yang diresmikan pada 21 April 1968. Karena itu, proses revitalisasi dilakukan tanpa menghilangkan identitas arsitekturalnya.

“JPO ini adalah yang pertama di Jakarta dan diresmikan pada 21 April 1968 oleh Bapak Ali Sadikin. Tentu ini memiliki nilai sejarah. Hari ini kita merevitalisasi agar JPO ini ramah disabilitas dan memberi pilihan bagi masyarakat, baik menggunakan lift maupun pelican crossing yang tetap dioperasikan,” kata Pramono dalam keterangannya dikutip pada Rabu (4/3/2026).

Baca Juga:  Misi Dagang DKI-Jatim Kembali Diteken, Perkuat Rantai Pasok Nasional

Selain pembaruan JPO, trotoar di kawasan tersebut juga akan diperlebar hingga sekitar 2,6 meter guna meningkatkan kenyamanan dan keamanan pejalan kaki.

“Nantinya trotoar akan dilebarkan sekitar 2,6 meter sehingga kawasan ini semakin ramah bagi pejalan kaki. Mengingat Mal Sarinah merupakan bangunan heritage, kami ingin memastikan akses masyarakat untuk berbelanja atau berkunjung menjadi semakin mudah,” ujarnya.

Terkait konektivitas, Pemprov DKI Jakarta telah menawarkan opsi integrasi JPO dengan area Mal Sarinah. Namun, karena bangunan tersebut berstatus cagar budaya, pihak pengelola masih mempertimbangkan berbagai aspek pelestarian.

Baca Juga:  Kapolri Mutasi 54 Pati dan Pamen

“Saya sudah berdiskusi dengan Asisten Pembangunan untuk menindaklanjuti kemungkinan agar JPO ini dapat terhubung langsung ke Sarinah. Jika terwujud, tentu akan memberi manfaat bagi semua pihak,” kata Pramono.

Sementara itu, Direktur Utama TransJakarta Welfizon Yuza mengatakan, revitalisasi JPO Sarinah menjadi bagian dari integrasi Halte TransJakarta M.H. Thamrin sebagai simpul transportasi publik. Pembangunan JPO menggunakan anggaran korporasi TransJakarta dan terintegrasi dengan program revitalisasi halte.

“Ini tahap pertama. Tahap selanjutnya, setelah reinstatement trotoar oleh MRT Jakarta yang direncanakan sekitar Mei, akan dilakukan pelebaran trotoar kurang lebih 2,6 meter,” jelasnya.

Baca Juga:  Jakarta Ramadan Festival 2026 Resmi Dibuka, Diskon Belanja hingga 70%

“Untuk lift, sebenarnya sudah masuk dalam paket revitalisasi halte sebelumnya dan kini dilanjutkan pada tahap pemasangan. Pembangunan sempat tertunda karena sejumlah agenda nasional,” imbuhnya.

Sebagai informasi, total panjang JPO Sarinah mencapai 39,78 meter, terdiri atas sisi Bawaslu sepanjang 19,54 meter dan sisi Sarinah sepanjang 20,24 meter, dengan lebar bersih 2,1 meter.

JPO ini dirancang tanpa anak tangga serta dilengkapi akses lift untuk meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna. (*/Pr/C1)