Bicaraindonesia.id, Pamekasan – Tangis haru pecah di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Kabupaten Pamekasan, Provinsi Jawa Timur, Minggu (15/2/2026).
Persepam Pamekasan akhirnya memastikan diri sebagai juara Liga 4 Kapal Api PSSI Jawa Timur setelah menundukkan Pasuruan United melalui drama adu penalti yang menegangkan.
Partai final Liga 4 Jawa Timur berlangsung ketat sejak menit awal. Kedua tim sama-sama tampil menyerang dengan tempo tinggi dan saling menekan tanpa memberi ruang. Persepam berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-34.
Gol pembuka tercipta dari kemelut di depan gawang Pasuruan United. Slamet Wahyudi dengan cepat menyambar bola liar dan membawa Persepam unggul 1-0. Skor tersebut bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Pasuruan United meningkatkan intensitas serangan. Tekanan yang terus dilancarkan akhirnya membuahkan hasil. Tendangan bebas Ricko melengkung indah dan tidak mampu dijangkau kiper Persepam, membuat skor berubah menjadi 1-1.
Hingga waktu normal 90 menit berakhir, tidak ada tambahan gol tercipta. Juara Liga 4 Kapal Api PSSI Jawa Timur pun harus ditentukan lewat babak adu penalti.
Dalam momen krusial tersebut, lima eksekutor Persepam sukses menjalankan tugas dengan sempurna. Sebaliknya, tiga dari lima penendang Pasuruan United gagal mencetak gol. Hasil adu penalti memastikan Laskar Ronggo Sukowati keluar sebagai juara Liga 4 Jawa Timur 2026.
Gelar juara Liga 4 Kapal Api PSSI Jawa Timur ini sekaligus memastikan Persepam menjadi wakil Jawa Timur di putaran nasional Liga 4.
Asisten pelatih Persepam, Anis Fuad, menyebut kemenangan tersebut merupakan buah dari mental kuat dan kedisiplinan tim sepanjang pertandingan.
“Kami bersyukur. Anak-anak bermain dengan hati dan tetap tenang sampai adu penalti. Ini hasil kerja keras seluruh tim dan dukungan masyarakat Pamekasan,” ujar Anis Fuad usai pertandingan.
Ia menambahkan, tim pelatih akan segera melakukan evaluasi menyeluruh dan berencana menambah kekuatan di sektor gelandang, striker, serta lini belakang guna menghadapi persaingan di level nasional Liga 4.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Ketua PSSI Jawa Timur, Khairul Anwar, menilai Liga 4 menjadi fondasi penting dalam pembinaan sepak bola amatir di daerah.
Pada musim ini, kompetisi Liga 4 Jawa Timur diikuti sebanyak 69 tim. Jumlah tersebut menunjukkan pertumbuhan signifikan klub-klub amatir di Jawa Timur. Ia menegaskan kualitas kompetisi harus terus ditingkatkan, baik dari sisi teknis pertandingan, kepemimpinan wasit, maupun tata kelola kompetisi.
Final Liga 4 yang berlangsung sengit dan dipenuhi antusiasme suporter menjadi bukti bahwa gairah sepak bola akar rumput di Jawa Timur terus berkembang dan semakin kompetitif. (*/Dap/A1)

Tinggalkan Balasan