Bicaraindonesia.id, Surabaya Atmosfer pembinaan sepak bola putri usia muda di Kota Pahlawan semakin menunjukkan perkembangan positif. Kompetisi kelompok umur U-15 yang berlangsung di Lapangan Bogowonto pada Sabtu (14/2/2026) mempertemukan Persida Putri Sidoarjo melawan Persegres Putri. Duel berlangsung ketat dan berakhir dengan kemenangan tipis 3-2 untuk Persida.

Sejak menit awal, pertandingan berjalan dengan tempo cepat. Persida mampu menguasai jalannya laga lewat distribusi bola yang lebih terorganisir serta pola serangan agresif.

Tiga gol sukses dicetak, meski pada babak akhir fokus permainan sempat menurun dan dimanfaatkan Persegres untuk memperkecil ketertinggalan.

Baca Juga:  Prabowo Subianto Tegaskan Peran NU dalam Persatuan Bangsa

Hasil positif ini bukan hanya soal tambahan poin di klasemen. Pelatih Persida, Edy Gangsar Pribadi, menilai kemenangan tersebut mencerminkan proses pembinaan tim yang dibangun dari awal.

“Persiapan kami kemarin banyak kendala, hujan terus sehingga latihan kurang maksimal. Komposisi permainan juga belum bisa terlihat bagus,” ujar Edy setelah pertandingan.

Walau meraih tiga poin, Edy mengaku belum sepenuhnya puas dengan performa timnya. Ia menekankan perlunya evaluasi, khususnya dalam menjaga konsistensi permainan sepanjang 90 menit.

Meski demikian, ia melihat perkembangan signifikan dari para pemain hingga memasuki pekan ke-10 kompetisi. Menurutnya, para pemain mulai memahami dasar-dasar taktik dan strategi permainan.

Baca Juga:  Hormati Proses Hukum, Manajemen KBS Pastikan Operasional Berjalan Normal

“Kami membentuk tim ini benar-benar dari awal. Pembinaan putri sebelumnya hampir tidak ada. Setelah ada program Pertiwi dan kompetisi berjalan, mulai muncul banyak pemain berbakat,” jelasnya.

Di sisi lain, kapten tim Alfi Abdiyah juga mengakui bahwa performa tim belum sepenuhnya optimal. Ia menyebut kondisi fisik menjadi tantangan karena harus membagi waktu dengan aktivitas futsal.

“Secara pribadi kurang maksimal karena capek. Tapi kami tetap bersyukur bisa menang,” katanya.

Sebagai pemimpin di lapangan, Alfi menegaskan pentingnya komunikasi antar pemain demi menjaga fokus dan kekompakan hingga laga usai.

Baca Juga:  Muaythai Jatim Panaskan Mesin Menuju PON Bela Diri 2026

Kompetisi U-15 ini menjadi bukti nyata bahwa sepak bola putri di Surabaya terus berkembang. Dari Lapangan Bogowonto, optimisme terhadap regenerasi atlet putri kian menguat dan membuka peluang lahirnya talenta muda menuju level yang lebih tinggi. (*/Dap/A1)