Bicaraindonesia.id, Surabaya Pengurus Provinsi Muaythai Indonesia (MI) Jawa Timur mulai memanaskan mesin menuju PON Bela Diri 2026 yang akan digelar di Sulawesi Utara.

Sebagai salah satu kekuatan utama muaythai nasional, Jatim mempercepat pembinaan atlet sejak akhir 2025 melalui pemusatan latihan daerah (puslatda), kompetisi berjenjang, hingga seleksi berbasis prestasi nasional.

Ketua Umum Pengprov MI Jawa Timur, H. Baso Juherman, mengatakan persiapan menuju PON Bela Diri 2026 dilakukan lebih dini agar Jatim mampu tampil maksimal dan mempertahankan dominasinya di cabang olahraga muaythai.

“Sejak September lalu, setelah Porprov, atlet-atlet sudah langsung kami puslatdakan. Latihan tetap berjalan secara mandiri dan terkoordinasi,” kata Baso dalam keterangan tertulis dikutip pada Rabu (11/2/2026).

Menurut Baso, nomor pertandingan muaythai di PON Bela Diri 2026 diusulkan tetap sama seperti saat PON Aceh–Sumatera Utara, yakni sebanyak 22 nomor, diantaranya, Muayboran pa/pi, muayrobic pa/pi, putri kelas 43; 45; 48; 51; 54; 57; dan 60 KG.

Baca Juga:  Aksi Kurve Sampah Pantai Surabaya Kumpulkan 2.785 Kg

Sedangkan putra 43; 45; 48; 51; 54; 57; 60; 63; 65; 67; dan 71 KG. Usulan tersebut telah disampaikan Ketua Umum PB Muaythai Indonesia kepada Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman.

“Nomor tandingnya kami dorong tetap sama seperti di Aceh dan Sumut. Tidak ada pengurangan. Ini penting agar pembinaan atlet tetap berkesinambungan,” ujarnya.

Dalam proses seleksi atlet muaythai menuju PON Bela Diri 2026, Pengprov MI Jatim mengedepankan prestasi Kejuaraan Nasional (Kejurnas) sebagai tolok ukur utama.

Baca Juga:  Sabu Disamarkan dalam Kerupuk, Dua Pemuda Surabaya Ditangkap Polisi

Atlet peraih medali emas di Kejurnas, termasuk Kejurnas di NTB beberapa bulan lalu, direkomendasikan masuk skuad persiapan PON Bela Diri.

“Kalau emas di Kejurnas, pasti kami usulkan. Dari Porprov juga ada, tapi dasarnya tetap Kejurnas. Pembinaan terus berjalan sampai PON Bela Diri,” tegas Baso.

Untuk menjaga atmosfer kompetitif dan meningkatkan kualitas atlet muaythai Jatim, Pengprov MI juga menggulirkan Liga Muaythai berjenjang yang berlangsung rutin setiap tiga bulan.

Liga 1 telah digelar Januari, disusul Liga 2 pada April, dan akan terus berlanjut sepanjang tahun sebagai bagian dari strategi pembinaan menuju PON Bela Diri 2026.

“Liga ini untuk mengasah kemampuan atlet. Atlet elit yang minim lawan kami buka kelas open agar bisa bertanding dengan atlet dari provinsi lain. Sistem promosi dan degradasi tetap kami terapkan,” jelasnya.

Baca Juga:  Prabowo Subianto Tegaskan Peran NU dalam Persatuan Bangsa

Baso menyebut, jika atlet Porprov atau atlet baru mampu mengalahkan atlet puslatda, maka promosi otomatis diberlakukan. Sebaliknya, atlet puslatda bisa terdegradasi dalam sistem kompetisi internal yang ketat.

“Ini tantangan sekaligus motivasi. Apalagi pesaing terberat kami seperti Jawa Barat rutin menggelar training camp ke luar negeri,” ungkapnya.

Dengan sistem pembinaan berlapis, kompetisi berkelanjutan melalui Liga Muaythai, serta regenerasi atlet berbasis Kejurnas, Muaythai Jatim optimistis tetap menjadi cabang andalan Jawa Timur di PON Bela Diri 2026 Sulawesi Utara

“Insyaallah muaythai Jatim siap bersaing dan kembali jadi penyumbang medali utama,” pungkas Baso. (*/Dap/A1)