Bicaraindonesia.id, Malang – Zia ‘Ulhaq resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Pengurus Kabupaten (Pengkab) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Malang untuk masa bakti 2026-2030.
Penetapan tersebut dilakukan dalam Musyawarah Kabupaten (Muskab) IPSI Kabupaten Malang yang berlangsung di Grand Kanjuruhan Hotel, Malang, Sabtu (31/1/2026).
Muskab IPSI Kabupaten Malang dibuka secara resmi oleh Ketua Harian Pengprov IPSI Jawa Timur, Hoslih Abdullah, yang mewakili Ketua Umum Pengprov IPSI Jawa Timur Bambang Haryo Soekartono. Seluruh rangkaian musyawarah berjalan lancar, tertib, dan demokratis.
Dari total 26 perguruan pencak silat yang ada di Kabupaten Malang, sebanyak 24 perguruan hadir dan mengikuti seluruh tahapan sidang Muskab tanpa adanya interupsi berarti. Kondisi tersebut memperkuat suasana musyawarah yang kondusif hingga akhir sidang.
Sejak awal pelaksanaan Muskab, Ketua Umum Pengkab IPSI Kabupaten Malang periode 2021-2025, Bintal Yudana, telah memberikan sinyal kuat bahwa pemilihan ketua umum akan berlangsung secara aklamasi. Hal itu dikarenakan hanya terdapat satu calon yang mendaftarkan diri, yakni Zia ‘Ulhaq.
“Sepertinya aklamasi, karena saya melihat di panitia hanya satu orang yang mendaftarkan diri sebagai calon ketua umum, yaitu Pak Zia ‘Ulhaq,” ujar Bintal Yudana, Sabtu (31/1/2026).
Prediksi tersebut terbukti dalam jalannya persidangan. Mulai dari sidang pleno pertama hingga sidang pleno terakhir, seluruh peserta Muskab secara bulat menyepakati dan menetapkan Zia ‘Ulhaq sebagai Ketua Umum Pengkab IPSI Kabupaten Malang periode 2026-2030.
Zia ‘Ulhaq yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Malang menyampaikan rasa syukur atas amanah yang diberikan.
Dalam sambutan perdananya sebagai ketua umum terpilih, ia menegaskan komitmennya untuk membawa IPSI Kabupaten Malang meraih prestasi tertinggi.
“Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, IPSI Kabupaten Malang harus bisa menjadi juara umum,” tegas Zia ‘Ulhaq.
Ia juga mengajak seluruh perguruan pencak silat di Kabupaten Malang untuk bersatu dalam mengawal pembinaan atlet secara berkelanjutan. Fokus utama kepengurusan ke depan, menurutnya, adalah peningkatan kualitas pembinaan serta penguatan edukasi atlet.
“Kita akan bersama-sama mengawal atlet, memberikan edukasi, dan membangun sistem pembinaan yang lebih baik,” tambahnya.
Selain menargetkan prestasi, Zia ‘Ulhaq menekankan pentingnya tata kelola organisasi yang solid dan profesional.
Ia menilai kepemimpinan di IPSI membutuhkan pemahaman mendalam terhadap karakter serta nilai-nilai luhur pencak silat.
“IPSI ini memimpin para pendekar. Maka kepemimpinannya juga harus memahami karakter dan nilai-nilai pencak silat,” ujarnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Ketua KONI Kabupaten Malang, Siswarno Mulyadi, berharap kepengurusan baru IPSI Kabupaten Malang dapat segera bergerak cepat dan menunjukkan kinerja nyata, khususnya dalam menjaga dan meningkatkan prestasi yang telah diraih.
“Minimal bisa mempertahankan prestasi. Kalau bisa, tentu harus meningkat,” kata Siswarno.
Apresiasi juga disampaikan Ketua Harian Pengprov IPSI Jawa Timur, Hoslih Abdullah, atas kelancaran pelaksanaan Muskab IPSI Kabupaten Malang.
Meski demikian, ia mengingatkan agar tata kelola organisasi, terutama terkait penggunaan anggaran yang bersumber dari APBD, dijalankan sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku.
“Saya hanya mengingatkan agar berhati-hati dalam penggunaan APBD. Semua harus sesuai prosedur,” tegas Hoslih Abdullah. (*/Dap/A1)

Tinggalkan Balasan