Bicaraindonesia.id, Surabaya Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali meraih pengakuan nasional atas komitmennya dalam menjamin akses layanan kesehatan bagi masyarakat.

Pemkot Surabaya menerima penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Awards Tahun 2026 kategori Madya dari BPJS Kesehatan atas dukungan dan keberhasilannya dalam pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Penghargaan tersebut diserahkan dalam ajang UHC Awards 2026 yang digelar pada Selasa (27/1/2026). Kota Surabaya dinilai berhasil menunjukkan kolaborasi lintas sektor yang kuat dalam memastikan perlindungan kesehatan masyarakat secara adil dan merata.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Surabaya, Hernina Agustin Arifin, menyampaikan capaian tersebut mencerminkan peran aktif pemerintah daerah dalam mendukung Program JKN sebagai instrumen negara untuk memenuhi hak dasar masyarakat di bidang kesehatan.

Baca Juga:  Latihan Motor Libatkan Pelajar di Kenjeran, IMI Surabaya Angkat Bicara

“Program JKN menjadi bukti kehadiran negara dalam memberikan perlindungan kesehatan. Keberhasilan ini tidak lepas dari komitmen kuat pemerintah daerah. Penghargaan ini diharapkan menjadi pemacu semangat untuk terus memperluas cakupan perlindungan kesehatan,” ujar Hernina dalam keterangan tertulis di Surabaya dikutip pada Rabu (28/1/2026).

Hingga Januari 2026, tingkat kepesertaan JKN di Kota Surabaya tercatat mencapai lebih dari 3 juta jiwa atau sebesar 99,81 persen dari total penduduk. Sementara tingkat keaktifan peserta berada di angka 83,51 persen, yang menunjukkan partisipasi masyarakat relatif tinggi.

Hernina juga mengingatkan pentingnya kedisiplinan peserta dalam membayar iuran paling lambat tanggal 10 setiap bulan agar status kepesertaan tetap aktif. Bagi peserta mandiri atau Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) yang mengalami tunggakan, BPJS Kesehatan menyediakan skema Rencana Pembayaran Bertahap (REHAB) sebagai solusi keringanan.

Baca Juga:  Surabaya Terapkan 76 Titik Parkir Digital, Berikut Daftar Lokasinya

Dalam upaya menjaga mutu layanan, BPJS Kesehatan terus memperkuat kerja sama dengan fasilitas kesehatan, mendorong penguatan layanan primer, serta memperluas pemanfaatan layanan digital. Masyarakat kini dapat mengakses layanan non tatap muka melalui Aplikasi Mobile JKN, layanan PANDAWA via WhatsApp, serta Care Center 165.

Selain itu, fitur antrean online dan i-Care JKN semakin memudahkan peserta dalam memperoleh layanan kesehatan secara cepat dan tepat.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Nanik Sukristina, menegaskan capaian UHC merupakan hasil kolaborasi antar perangkat daerah dalam memastikan seluruh warga memperoleh jaminan dan pelayanan kesehatan.

Baca Juga:  Muskab IPSI Bondowoso Dihadiri 19 Perguruan, Target Emas Porprov 2027

“Pemerintah Kota Surabaya berkomitmen menjaga keberlanjutan UHC. Program ini tidak hanya menjamin kemudahan akses, tetapi juga peningkatan mutu dan kepuasan layanan kesehatan bagi seluruh warga,” ujar Nanik.

Sebagai informasi, pada ajang UHC Awards 2026, sebanyak 31 pemerintah provinsi serta 397 pemerintah kabupaten/kota menerima penghargaan dalam kategori Utama, Madya, dan Pratama.

Peran kepala daerah dinilai menjadi faktor kunci dalam mendorong kepesertaan JKN sekaligus menjamin keberlangsungan perlindungan kesehatan melalui dukungan kebijakan dan penganggaran daerah. (*/Ark/A1)