Bicaraindonesia.id, Surabaya Rencana kegiatan Latihan Bersama (Latber) Herex Day Vol. 3 yang dijadwalkan berlangsung pada 31 Januari 2026 di Kenjeran Park Surabaya mendapat perhatian dari Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kota Surabaya, khususnya terkait pelibatan peserta pelajar dalam kegiatan tersebut.

Ketua IMI Kota Surabaya, Samsurin, menyampaikan pihaknya belum menerima permohonan izin maupun koordinasi teknis dari penyelenggara. Informasi mengenai rencana kegiatan itu diketahui IMI Surabaya melalui flyer yang beredar di media sosial.

“Kami mengetahui kegiatan ini dari flyer yang beredar di Instagram. Tidak ada pemberitahuan ataupun koordinasi resmi ke IMI Surabaya,” ujar Samsurin dalam keterangan tertulis dikutip pada Rabu (28/1/2026).

Menindaklanjuti informasi tersebut, IMI Surabaya mencoba menghubungi kontak panitia yang tercantum dalam flyer. Respons awal yang diterima berupa pesan otomatis, sebelum akhirnya IMI memperoleh nomor seseorang yang disebut sebagai koordinator kegiatan.

Baca Juga:  15 Ribu Tanah Wakaf Terdaftar, Khofifah Optimistis Percepatan Sertifikasi

Dalam komunikasi tersebut, IMI Surabaya menanyakan sejumlah hal terkait pelaksanaan latihan, termasuk aspek teknis, klasifikasi peserta, dan standar keselamatan, mengingat kegiatan mencantumkan kelas VIP, reguler, serta pelajar.

“Setiap kegiatan balap atau latihan otomotif wajib mengikuti regulasi IMI. Ini menyangkut keselamatan peserta dan kepastian hukum,” tegas Samsurin.

Meski demikian, rencana pertemuan dan koordinasi teknis yang diajukan IMI Surabaya belum dapat terealisasi.

IMI Surabaya juga memberi perhatian khusus terhadap keterlibatan pelajar dalam kegiatan tersebut, terutama adanya tarif khusus sebesar Rp125 ribu per motor.

Baca Juga:  PDIP Target Tambah Kursi DPRD Surabaya di Pemilu 2029

Samsurin menilai, pelibatan pelajar dalam aktivitas otomotif perlu didukung dengan koordinasi lintas instansi dan perlindungan keselamatan yang memadai.

“Apakah sekolah tahu? Apakah Dinas Pendidikan tahu? Apakah ada asuransi? Ini menyangkut keselamatan anak-anak,” katanya.

Selain itu, Samsurin memastikan bahwa IMI Jawa Timur juga belum menerima surat permohonan atau rekomendasi terkait kegiatan Herex Day Vol. 3. IMI Jatim disebut meminta IMI Surabaya untuk mencermati rencana kegiatan tersebut karena lokasinya berada di wilayah Kota Surabaya.

“IMI Jatim menegaskan tidak ada izin dan meminta kami menyikapi serius,” ujar Samsurin.

IMI Surabaya menyampaikan kegiatan otomotif idealnya dilaksanakan sesuai regulasi nasional dan di bawah koordinasi organisasi resmi, guna memastikan aspek keselamatan dan pembinaan berjalan seimbang.

Baca Juga:  Satres PPA-PPO Dibentuk, Surabaya Perkuat Perlindungan Anak dan Perempuan

“Jika tetap dilaksanakan, kami bisa melaporkan sesuai aturan yang berlaku. Ini demi menjaga pembinaan otomotif dan keselamatan masyarakat,” tegasnya.

Samsurin menambahkan, upaya pembinaan dunia otomotif, termasuk dalam rangka menekan balap liar, sebaiknya dilakukan melalui mekanisme resmi di bawah naungan IMI.

“Latihan resmi tidak mengenal kelas VIP atau tarif berbeda. Tujuannya murni pembinaan dan prestasi,” pungkasnya.

IMI Kota Surabaya berharap kegiatan Latihan Bersama Herex Day Vol. 3 dapat ditunda sementara hingga seluruh aspek legalitas, keselamatan, serta koordinasi dengan IMI terpenuhi sesuai ketentuan yang berlaku. (*/Dap/A1)