Bicaraindonesia.id, Surabaya Penataran Pelatih Pencak Silat Jawa Timur resmi dibuka pada Kamis (22/1/2026). Kegiatan ini diikuti 150 peserta yang berasal dari 38 kota dan kabupaten se-Jawa Timur serta sembilan perguruan anggota IPSI.

Program tersebut digelar sebagai upaya meningkatkan prestasi pencak silat Jawa Timur di tingkat regional hingga nasional.

Wakil Ketua I IPSI Jawa Timur, Tono Suharyanto, mengatakan penataran pelatih merupakan program strategis untuk memperkuat kualitas sumber daya pelatih pencak silat di Jawa Timur.

“Penataran ini merupakan salah satu program peningkatan prestasi. Pesertanya berasal dari seluruh pengurus IPSI kabupaten/kota se-Jawa Timur, ditambah utusan dari perguruan anggota IPSI. Total ada 150 peserta sesuai dengan kelas yang dibuka,” ujar Tono.

Baca Juga:  PDIP Tetapkan Tiga Prioritas Politik 2026, Fokus Akar Rumput dan Kaderisasi

Tono menjelaskan, para pelatih yang mengikuti penataran akan kembali ke daerah masing-masing untuk melaksanakan pembinaan atlet secara berkelanjutan.

“Mereka akan kembali ke cabang, kota, dan kabupaten masing-masing untuk melaksanakan pembinaan. Harapannya, kualitas prestasi pencak silat Jawa Timur bisa meningkat secara merata,” jelasnya.

Selain itu, IPSI Jawa Timur juga merencanakan penyelenggaraan kejuaraan daerah dalam waktu dekat yang akan memperebutkan Piala Ketua Umum IPSI Provinsi Jawa Timur.

Kejuaraan tersebut diharapkan menjadi tolok ukur keberhasilan pembinaan pelatih dan atlet setelah pelaksanaan penataran.

Baca Juga:  PDIP Target Tambah Kursi DPRD Surabaya di Pemilu 2029

Sementara itu, Sekretaris KONI Jawa Timur, Akmal Budianto, mengapresiasi pelaksanaan penataran pelatih pencak silat Jawa Timur. Menurutnya, kegiatan ini merupakan langkah evaluatif yang tepat untuk meningkatkan kualitas pelatih.

“KONI sangat mengapresiasi. Ini bagian dari evaluasi bahwa pelatih memang perlu terus ditingkatkan kualitasnya. Harapannya, setelah penataran ini, para pelatih benar-benar bisa diberdayakan dan dimanfaatkan secara maksimal,” kata Akmal.

Akmal menegaskan peningkatan kualitas pelatih akan berdampak langsung pada prestasi atlet yang dibina.

“Kalau kualitas pelatihnya meningkat, atlet-atletnya pasti ikut berkualitas. Ini yang kita harapkan agar pencak silat Jawa Timur semakin kompetitif,” ujarnya.

Baca Juga:  Kodam V/Brawijaya dan KONI Jatim Perkuat Sinergi Siapkan Atlet TNI untuk Ajang Nasional

Ia juga berharap peningkatan kualitas pelatih dan atlet dapat mendorong terciptanya persaingan yang sehat pada berbagai ajang olahraga, termasuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur.

“Porprov bisa menjadi ajang ukur prestasi. Dengan pembinaan yang merata, akan muncul regenerasi atlet yang lebih banyak dan berkualitas. Persaingan tetap ada, tapi persaingan yang sehat,” pungkasnya. (*/Dap/A1)