Bicaraindonesia.id, Malang Presiden Prabowo Subianto meresmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Malang yang berlokasi di Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, Selasa, 13 Januari 2026.

Peresmian ini menandai komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan yang berorientasi pada pembentukan karakter dan semangat kebangsaan.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan masa depan Indonesia sebagai bangsa besar sangat ditentukan oleh kemampuan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek).

Menurut Kepala Negara, hanya bangsa yang unggul dalam iptek yang mampu mencapai peradaban tinggi sekaligus menghadirkan kesejahteraan nyata bagi seluruh rakyatnya.

“Dengan demikian kita dapat memberi kesejahteraan kepada rakyat Indonesia. Kita dapat memberi kualitas hidup kepada seluruh rakyat Indonesia untuk hidup dalam kondisi yang baik, hidup lepas dari kemiskinan dan kelaparan,” kata Presiden.

Baca Juga:  Ground Breaking SRRL Dimulai 2027, Didukung Jerman dan Uni Eropa

Dalam konteks tersebut, Kepala Negara menilai keberadaan lembaga pendidikan unggulan seperti SMA Taruna Nusantara menjadi wadah strategis untuk kemajuan anak bangsa.

Dari pengamatannya terhadap negara-negara maju dan negara yang berkembang pesat, Presiden Prabowo mengungkapkan keberhasilan mereka hampir selalu ditopang oleh jaringan luas sekolah-sekolah unggulan.

“Dari pengamatan kita kepada negara-negara yang berkembang dengan pesat, bahkan dengan negara-negara yang sudah jauh pembangunannya, peradabannya, terdapat di sebuah negara mungkin di atas 100 sekolah-sekolah semacam ini,” kata Presiden.

Melalui SMA Taruna Nusantara, pemerintah bertekad untuk meraih keunggulan di bidang iptek. Untuk itu, setelah didirikan pertama kali di Magelang pada awal 1990-an, sekolah tersebut diperluas dengan didirikannya kampus di Malang dan Cimahi, serta wilayah lainnya.

Baca Juga:  SEA Games 2025: Presiden Serahkan Bonus Atlet, Total Rp465 Miliar

“Kita sedang membangun di Kalimantan yaitu di kawasan IKN, kemudian di Sulawesi Utara di Minahasa, dan di Sumatra Selatan di Pagar Alam. Kita harapkan akhir Desember 2026 kampus-kampus tersebut sudah bisa beroperasi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kepala Negara menyampaikan komitmen pemerintah untuk memperluas akses pendidikan unggulan di Tanah Air melalui SMA Garuda. Presiden pun menargetkan nantinya di setiap provinsi dapat beroperasi sekolah unggulan tersebut.

“Rencana saya juga di tiap kabupaten nanti kita akan membuat sekolah unggulan terintegrasi. Kita berharap 500 ini bisa kita selesaikan dalam empat tahun ke depan,” lanjutnya.

Baca Juga:  Jawa Timur Jadi Provinsi dengan Sekolah Rakyat Terbanyak se-Indonesia

Sebagai informasi, SMA Taruna Nusantara Kampus Malang dibangun sejak November 2023 di atas lahan seluas 29,6 hektare. Sekolah ini memiliki 30 ruang kelas dengan total peserta didik sebanyak 706 siswa yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Dalam proses pembelajaran, sekolah tersebut menerapkan tiga kurikulum yakni kurikulum nasional, kurikulum khusus SMA Taruna Nusantara, serta kurikulum internasional Cambridge.

Integrasi ketiga kurikulum tersebut dirancang untuk membentuk lulusan yang berwawasan kebangsaan, berdaya saing global, dan memiliki karakter unggul. (*/BPMI/A1)