Bicaraindonesia.id, Surabaya Keberhasilan atlet panjat tebing Jawa Timur, Alma Ariella Tsany, meraih medali emas SEA Games 2025 pada kategori perorangan lead menjadi modal penting bagi Pengprov FPTI Jawa Timur.

Prestasi tersebut menegaskan bahwa pembinaan atlet panjat tebing di Jawa Timur, mulai dari level dasar hingga elite, berjalan sesuai harapan.

Ketua FPTI Jawa Timur, Dhanu Iswara, menyambut positif pencapaian Alma Ariella Tsany. Menurut Dhanu, hasil yang diraih Alma sudah sesuai dengan perkiraan, meskipun atlet lain belum mampu mengikuti pencapaian serupa.

“Bagi FPTI Jatim ini menjadi aset sekaligus role mdel pembinaan. Sebab Alma tumbuh dan berkembang sebagai atlet melalui Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) dan beberapa kejuaraan lain,” ujar Dhanu dalam keterangan tertulis dikutip pada Kamis (15/12/2025).

Baca Juga:  91 PBH Jalankan Program Bantuan Hukum Rp6,8 Miliar di Jatim

Prestasi tersebut dinilai menjadi bekal penting menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 yang akan digelar di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

“Memang masih jauh, masih ada waktu efektif dua tahun, tapi memang perlu kesiapan dan latihan sejak dini,” kata Dhanu.

Alma berhasil merebut emas nomor lead setelah mencatatkan top dan menyingkirkan rekan satu timnya, Sukma Lintang Cahyani, yang meraih medali perak.

Atlet asal Gresik tersebut juga mengungguli atlet tuan rumah Natcha Supavorased yang harus puas dengan medali perunggu.

Baca Juga:  Forwan Surabaya Salurkan Bantuan untuk 30 Lansia di Panti Werdha Hargo Dedali

FPTI Jatim optimistis Alma memiliki potensi besar sebagai atlet masa depan. Bahkan, tidak menutup kemungkinan Alma dapat melangkah ke level kompetisi yang lebih tinggi, mulai dari kejuaraan Asia hingga tingkat internasional.

“Obsesi kami melangkah ke sana, tinggal menunggu kesempatan,” tegas Dhanu.

Dalam ajang SEA Games di Thailand, Alma berangkat bersama tiga atlet Puslatda Jawa Timur lainnya, yakni Nur Ismatul Sakdiah, Mayra Azalia Nabila, dan Bomantara Bintang Prayuda yang berlaga di kategori boulder.

Terkait hasil tiga atlet di nomor boulder, Dhanu mengaku tidak terlalu khawatir karena masih tersedia waktu untuk melakukan evaluasi dan pembenahan.

Baca Juga:  Polisi Tetapkan Warga Madiun Tersangka Dugaan TPKS terhadap Atlet

Ia menegaskan keempat wakil SEA Games asal Jawa Timur merupakan hasil pembinaan murni dari jenjang paling bawah hingga level atas.

“Keempatnya adalah atlet hasil dari pelaksanaan Porprov maupun dari kejuaraan tingkat daerah. Ini membuktikan Porprov dan kejurda maupun kejuaraan lain bisa menghasilkan atlet masa depan,” pungkas Dhanu. (*/Dap/A1)