Bicaraindonesia.id, Surabaya Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperluas Program Beasiswa Pemuda Tangguh pada 2026 sebagai upaya meningkatkan akses pendidikan bagi pemuda. Kuota penerima beasiswa pada 2026 meningkat signifikan menjadi sekitar 23.850 orang dengan total anggaran mencapai Rp190 miliar.

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya, Hidayat Syah, menyatakan intervensi Pemkot Surabaya di sektor pendidikan terus diperkuat setiap tahun.

“Beasiswa Pemuda Tangguh Surabaya untuk kuota awal tahun 2025 sebanyak 3.500 penerima dan pada perubahan anggaran naik menjadi 5.500 penerima. Ini membuktikan intervensi Pemkot Surabaya pada dunia pendidikan cukup tinggi,” kata Hidayat dalam keterangan tertulis dikutip Rabu (24/12/2025).

Pada 2026, Pemkot Surabaya tidak hanya bekerja sama dengan perguruan tinggi negeri (PTN), tetapi juga membuka kemitraan dengan perguruan tinggi swasta (PTS). Saat ini, terdapat 15 PTN di Surabaya maupun luar daerah yang telah menjalin nota kesepahaman (MoU) dengan Pemkot Surabaya.

“Dengan perluasan kuota dan mitra perguruan tinggi tersebut, Pemkot Surabaya pada 2026 tidak hanya memberikan bantuan pembiayaan pendidikan, tetapi juga uang saku bagi para penerima beasiswa,” ujar Hidayat.

Baca Juga:  KONI Jatim Matangkan Persiapan Hadapi PON Bela Diri II 2026 di Manado

Sementara itu, Kepala Bidang Kepemudaan Disbudporapar Kota Surabaya, Erringgo Perkasa, menjelaskan perubahan skema Beasiswa Pemuda Tangguh dari 2024 ke 2025 merupakan hasil evaluasi menyeluruh.

“Perubahan skema Beasiswa Pemuda Tangguh dari tahun 2024 ke tahun 2025 didasarkan pada hasil evaluasi pelaksanaan program, penyesuaian kemampuan fiskal daerah, serta arah kebijakan Pemkot Surabaya untuk memperluas akses penerima manfaat,” jelas Erringgo.

Menurutnya, evaluasi tersebut menunjukkan perlunya penataan ulang komponen bantuan agar program dapat menjangkau lebih banyak pemuda secara berkelanjutan, tetap menjamin pembiayaan pendidikan utama (UKT), serta mendorong efisiensi dan keadilan distribusi anggaran.

“Selain itu, perubahan skema juga mempertimbangkan kondisi Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Surabaya yang masih perlu ditingkatkan, sehingga dilakukan penyesuaian Peraturan Wali Kota (Perwali),” papar Erringgo.

Dari sisi jumlah penerima, Program Beasiswa Pemuda Tangguh terus menunjukkan tren peningkatan. Pada 2024, penerima tercatat sebanyak 3.186 orang, meningkat menjadi 3.502 orang pada 2025, dan melonjak menjadi 23.820 orang pada 2026.

Baca Juga:  Pemkot Surabaya Tegaskan Relokasi RPH Pegirian ke TOW Tetap Berjalan Pasca Lebaran

“Peningkatan ini menegaskan bahwa program tidak dikurangi, namun diperluas jangkauannya secara signifikan,” katanya.

Peningkatan juga terjadi pada alokasi anggaran. Pada 2024, anggaran beasiswa sebesar Rp46,27 miliar, meningkat menjadi Rp71,51 miliar pada 2025, dan diproyeksikan mencapai Rp190,56 miliar pada 2026.

“Hal ini membuktikan bahwa Pemkot Surabaya tidak mengurangi alokasi anggaran, tetapi mengelolanya secara lebih adaptif dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Erringgo menambahkan pelaksanaan Beasiswa Pemuda Tangguh 2026 akan mengacu pada regulasi kepala daerah dan petunjuk teknis yang masih dalam tahap pembahasan. Fokus utama meliputi perluasan sasaran penerima serta penyesuaian skema bantuan UKT dan uang saku.

“Di samping itu, regulasi ini juga didasarkan pada penguatan prinsip pemerataan dan akuntabilitas, serta sinkronisasi dengan arah pembangunan sumber daya manusia (SDM) Kota Surabaya,” terangnya.

Adapun sasaran penerima beasiswa adalah pemuda ber-KTP dan berdomisili Surabaya, berasal dari keluarga kurang mampu, memiliki IPK minimal 3, serta telah diterima di salah satu dari 15 PTN mitra. Program ini juga memprioritaskan pemuda dari kelompok rentan yang memiliki motivasi dan komitmen akademik tinggi.

Baca Juga:  Jawa Timur Jadi Provinsi dengan Sekolah Rakyat Terbanyak se-Indonesia

Selain PTN, Pemkot Surabaya juga membuka peluang kerja sama dengan PTS. Hingga Desember 2025, tercatat enam PTS dalam proses menjalin kerja sama untuk pelaksanaan beasiswa pada 2026.

“Hingga Desember 2025, tercatat enam PTS dalam proses menjalin kerja sama untuk pelaksanaan beasiswa pada 2026,” ungkap Erringgo.

Ia berharap penerima Beasiswa Pemuda Tangguh mampu menghasilkan capaian strategis, seperti peningkatan akses pendidikan tinggi, kelulusan tepat waktu, peningkatan kualitas akademik, daya saing SDM, serta kontribusi terhadap peningkatan IPM Kota Surabaya.

“Konsep ‘1 KK 1 Sarjana’ menjadi salah satu target, dengan harapan lulusan dapat meringankan beban ekonomi keluarga dan meningkatkan produktivitas akademik maupun nonakademik,” harapnya.

Erringgo menegaskan Pemkot Surabaya rutin melakukan evaluasi program melalui monitoring penyerapan anggaran, capaian akademik, ketepatan sasaran, serta dampaknya terhadap pemerataan pendidikan.

“Hasil evaluasi tersebut menjadi dasar penyesuaian skema bantuan pada 2025 dan perencanaan perluasan program pada 2026, termasuk pengetatan syarat IPK dari 2,75 menjadi 3,” pungkasnya. (*/Pr/C1)