Bicaraindonesia.id, Jakarta Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) melepas ratusan relawan tenaga kesehatan (Nakes) untuk membantu penanganan dampak bencana di sejumlah wilayah di Aceh, Sabtu (20/12/2025).

Relawan yang diberangkatkan merupakan tenaga medis dan tenaga kesehatan lintas profesi yang dengan sukarela dan penuh keikhlasan mengabdikan diri untuk melayani masyarakat di wilayah terdampak bencana.

Direktur Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) Kemenkes RI, Yuli Farianti, mengatakan fokus utama penugasan saat ini berada di Provinsi Aceh yang menjadi wilayah dengan dampak paling besar, sebelum dilanjutkan ke Sumatra Barat (Sumbar) khususnya Kabupaten Agam, dan Sumatra Utara (Sumut).

“Sekarang kita koordinasikan agar tidak ada daerah yang kelebihan tenaga dan tidak ada daerah yang kekurangan. Semua harus merasakan distribusi layanan kesehatan yang adil dan sesuai kebutuhan masyarakat,” ujar Yuli dikutip melalui Infopublik pada Minggu (21/12/2025).

Sebanyak 126 relawan diberangkatkan ke wilayah dengan tingkat kesulitan tinggi. Di antaranya, Bener Meriah, Takengon, Aceh Utara, dan Gayo Lues, termasuk daerah yang hanya dapat dijangkau dengan berjalan kaki.

Sebelumnya, 70 relawan telah bertugas di Aceh dan Medan. Ke depan, Kemenkes menyatakan akan memberangkatkan 207 relawan pada tahap berikutnya dan 87 relawan pada tahap selanjutnya. Dengan demikian total relawan yang dikerahkan hingga 22 Desember 2025 mencapai sekitar 600 orang.

“Kami membawa tim yang lengkap, termasuk psikolog klinis dan psikiater untuk penanganan trauma healing, karena pemulihan tidak hanya fisik tetapi juga mental masyarakat terdampak,” ungkap Yuli.

Tim relawan sendiri terdiri dari berbagai disiplin. Mulai dari dokter spesialis mata, bedah, neurologi, anak, dokter umum, perawat, bidan, tenaga gizi, tenaga laboratorium, radiografer, kesehatan lingkungan, epidemiolog, hingga psikolog klinis dan psikiater.

Relawan akan ditempatkan di rumah sakit, puskesmas, dan posko pengungsian sesuai kebutuhan di lapangan. Upaya ini sebagai wujud semangat gotong royong dan nilai kemanusiaan dalam membantu masyarakat terdampak bencana.

Sejak hari ketiga pascabencana, Kemenkes RI telah mengirimkan tenaga kesehatan ke wilayah terdampak. Namun pada tahap awal, pengiriman dilakukan secara mandiri oleh masing-masing rumah sakit.

Melalui koordinasi terpusat, distribusi relawan kini dilakukan lebih merata agar seluruh wilayah terdampak mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan.

Salah satu relawan, dr. Chani Sinaro Putra, dokter spesialis mata dari RS Cicendo Bandung, menyatakan kesiapan tim dalam menghadapi kondisi lapangan.

“Persiapan kami tidak hanya fisik, tetapi juga mental. Kami sudah mempelajari kondisi medan dan masyarakat di lokasi, termasuk kemungkinan penyakit atau kondisi medis yang akan ditemui,” ujar dr Chani.

“InsyaAllah semua yang kami persiapkan dapat bermanfaat dan menolong, baik warga terdampak maupun tenaga medis yang sudah bertugas di sana,” imbuhnya. (*/Ip/A1)