Bicaraindonesia.id, Surabaya Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur, M. Nabil, menegaskan keyakinannya bahwa cabang olahraga Wushu akan menjadi salah satu penyumbang medali emas terbanyak bagi kontingen Jawa Timur pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Beladiri II/2025 di Kudus.

Optimisme tersebut disampaikan Ketua KONI Jawa Timur, M Nabil, saat meninjau pemusatan latihan tim Wushu Jatim di kawasan Kenjeran, Surabaya, Kamis (9/10/2025).

“Wushu insyaallah terbaik. Karena memang mereka ini atlet berpengalaman, alumni PON, dan rata-rata peraih medali emas dan perak,” kata Nabil dalam keterangan tertulis dikutip pada Kamis (9/10/2025).

Menurutnya, sebagian besar atlet yang diturunkan adalah mantan juara PON sebelumnya. Meski ada beberapa wajah baru, para debutan tersebut juga telah memiliki rekam jejak prestasi di tingkat nasional.

Baca Juga:  Tarung Derajat Masuk PON 2028, Jatim Bidik Juara Umum

Selain nomor Taolu (jurus), kontingen Jawa Timur juga menurunkan atlet di kategori Sanda (tarung). Tim ini menjalani latihan intensif bersama pelatih asal Tiongkok sebagai bentuk keseriusan Jatim dalam memburu hasil maksimal.

“Sanda ini debut awal. Kita belum pernah dapat emas dari PON ke PON untuk kategori ini. Jadi ajang kali ini akan jadi evaluasi penting,” ujar Nabil.

Total ada 20 atlet Wushu yang disiapkan untuk memperkuat kontingen Jawa Timur. Beberapa nomor pertandingan tidak diikuti karena sebagian atlet tengah tergabung dalam Pelatnas.

Kunjungan ke tim Wushu menjadi bagian dari rangkaian pemantauan KONI Jatim ke berbagai cabang olahraga bela diri. Sebelumnya, Nabil bersama jajaran telah meninjau Tarung Derajat, Jujitsu, Sambo, Judo, dan Gulat.

Baca Juga:  91 PBH Jalankan Program Bantuan Hukum Rp6,8 Miliar di Jatim

Dalam evaluasi bersama pelatih, KONI Jatim memetakan peluang medali dari sepuluh cabang bela diri yang diikuti. Beberapa cabor seperti Jujitsu ditargetkan mempertahankan predikat juara umum seperti pada PON sebelumnya.

“Jujitsu kemarin juara umum. Dari delapan nomor, empat emas punya kita. Beberapa atlet juga sukses di kejuaraan internasional. Ini menunjukkan kontinuitas prestasi,” ungkap Nabil.

Selain Jujitsu, cabang Pencak Silat dan Judo juga menjadi andalan, dengan sejumlah atlet yang telah mengukir prestasi di kejuaraan internasional seperti di Abu Dhabi dan POMNAS.

Baca Juga:  7.269 Warga Korve Sungai Kalimas Surabaya

Nabil menekankan pentingnya peningkatan performa di cabang cluster combat (tarung), yang dinilai masih perlu penguatan secara menyeluruh.

“Kalau daerah lain bisa, tentu Jawa Timur juga harus bisa. Potensi kita besar. Event-event single event selalu ramai. Tinggal bagaimana prestasi itu diterjemahkan ke raihan medali,” tegasnya.

Untuk itu, KONI Jatim akan melakukan evaluasi mendalam mulai dari proses rekrutmen atlet, pelatih, hingga peningkatan aspek fisik dan keterampilan.

Dengan persiapan yang relatif singkat, KONI Jatim menargetkan hasil optimal di PON Beladiri II/2025. Nabil berharap para atlet bela diri dapat memberikan kontribusi besar dalam perolehan medali emas, sekaligus menegaskan posisi Jatim sebagai provinsi olahraga unggulan nasional. (*/Dap/A1)