Bicaraindonesia.id, Boven Digoel – SD YPPK St. Paulus Mariam di Distrik Mandobo, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, tengah menghadapi kondisi memprihatinkan.

Sekolah yang berdiri sejak 2008 ini kini menampung 35 siswa dari kelas 1 hingga 6, namun bangunannya mengalami kerusakan serius.

Pondasi mulai melemah, atap lapuk, bahkan sebagian sudah terlepas. Kondisi ini diperparah dengan minimnya fasilitas penunjang seperti meja, kursi, hingga buku pembelajaran.

Kepala SD YPPK St. Paulus Mariam, Yohanis R. Pangalingan, mengungkapkan pihaknya juga masih kekurangan tenaga pendidik.

“Kami juga kekurangan tenaga pendidik. Saat ini hanya ada empat guru, satu orang PNS yaitu saya sendiri, sementara tiga lainnya adalah guru tutor,” ujar Yohanis, seperti dikutip dari Infopublik pada Senin (29/9/2025).

Keterbatasan jumlah guru membuat proses belajar kerap terkendala. Yohanis berharap ada tambahan minimal satu guru PNS untuk membantu, terutama ketika dirinya harus ke Kota Tanah Merah mengurus administrasi sekolah, termasuk pencairan dana BOS yang kerap memakan waktu lama.

“Kalau ada tambahan guru PNS, bisa bergantian mengurus administrasi tanpa mengorbankan pembelajaran di sekolah,” jelasnya.

Selain itu, satu guru tutor juga mengalami kesulitan tempat tinggal karena rumahnya rusak. Pihak sekolah berharap pemerintah kampung bisa memberi dukungan berupa pembangunan rumah layak huni bagi tenaga pengajar tersebut.

Yohanis menegaskan bahwa perhatian pemerintah daerah, khususnya Dinas Pendidikan Kabupaten Boven Digoel, sangat dibutuhkan.

“Kami berharap bangunan sekolah dan rumah tenaga pendidik segera direnovasi, karena bangunan yang ada sudah berusia lebih dari 15 tahun dan tidak layak lagi digunakan,” pungkasnya. (*/IP/C1)