Bicaraindonesia.id, Surabaya – Kota Surabaya resmi menjadi tuan rumah Sirkuit Nasional (Sirnas) Padel 2025 seri ketiga. Setelah sukses digelar di Jakarta dan Bandung, ajang olahraga padel ini mencatatkan antusiasme luar biasa di Surabaya. Bahkan panitia harus menolak sejumlah pendaftar karena kuota peserta sudah penuh.
Wakil Ketua Pengurus Besar Padel Indonesia (PBPI), Mochtar Saman, menegaskan bahwa minat masyarakat terhadap olahraga padel terus meningkat.
“Di Surabaya animonya luar biasa. Semua lapangan penuh dari pagi hingga malam. Bahkan banyak pendaftar yang akhirnya ditolak karena keterbatasan kuota,” ujar Mochtar, dikutip pada Sabtu (30/8/2025).
Setelah Surabaya, rangkaian Sirnas Padel 2025 akan berlanjut ke seri terakhir di Bali pada bulan depan. Dari seluruh seri, PBPI akan menyeleksi atlet terbaik untuk mengikuti Seleksi Nasional (Seleknas) menuju Piala Asia Padel 2025 di Qatar yang dijadwalkan berlangsung pada 17–24 Oktober 2025.
Indonesia dipastikan mengirimkan 32 atlet terbaik, terdiri dari delapan tim putra dan delapan tim putri. Meski padel tergolong baru di Tanah Air, PBPI optimistis bisa meraih hasil positif.
“Kalau bisa meraih medali emas tentu luar biasa, tetapi yang lebih penting adalah pemain bisa mendapatkan pengalaman internasional,” kata Mochtar.
Fenomena menarik muncul dengan bergabungnya sejumlah atlet tenis yang beralih ke padel. Meski begitu, mereka tetap harus beradaptasi dengan karakter permainan padel yang berbeda, mulai dari ukuran lapangan, keberadaan dinding kaca, hingga strategi yang lebih menekankan kerja sama tim.
Selain Piala Asia di Qatar, Indonesia juga dipercaya menjadi tuan rumah FIP Asia Senior Championship 2025 pada November mendatang.
Ajang internasional tersebut akan mempertandingkan kategori usia 35 tahun hingga 55 tahun ke atas.
Tidak hanya itu, padel juga dijadwalkan tampil sebagai cabang eksibisi pada SEA Games 2025 di Bangkok.
Dengan jadwal kompetisi yang padat, PBPI optimistis olahraga padel semakin populer dan berkembang pesat di Indonesia.
“Kami yakin dalam 1–5 tahun ke depan, padel bisa menjadi olahraga populer sekaligus berprestasi bagi Indonesia,” pungkas Mochtar. (*/Dap/C1)