Bicaraindonesia.id, Puncak Jaya – Satgas Operasi Damai Cartenz kembali mencetak prestasi dalam upaya penegakan hukum di Papua. Kali ini, personel berhasil menangkap Male Telenggen, anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), di wilayah Puncak Jaya, Papua Tengah.

Penangkapan dilakukan pada Sabtu (19/7/2025) sekitar pukul 16.41 WIT, di sebuah honai yang berada di Kampung Wuyuneri, Kabupaten Puncak Jaya.

Sebelumnya, keberadaan Male Telenggen terdeteksi melalui observasi udara. Setelah lokasi dipastikan, tim langsung bergerak melakukan penindakan dan berhasil mengamankan pelaku tanpa perlawanan.

Saat ini, Male Telenggen telah dibawa ke Polres Puncak Jaya untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Baca Juga:  Polri Tangani 403 Kasus Perdagangan Orang dengan 505 Tersangka

Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol Faizal Ramadhani, didampingi Wakil Kepala Operasi, Kombes Pol Adarma Sinaga, menegaskan bahwa penangkapan ini adalah bagian dari komitmen aparat keamanan dalam menjaga stabilitas dan menegakkan hukum di wilayah Papua Tengah.

“Male Telenggen masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Ia diduga terlibat dalam dua kasus pembunuhan, yakni penembakan terhadap Serka Jefri pada 15 Agustus 2024 di Sport Center, Kampung Luguneri, Distrik Pagaleme, serta pembunuhan terhadap warga sipil Edi Hermanto di Pasar Sentral Kota Mulia pada 12 Juli 2025,” jelas Brigjen Pol Faizal dalam keterangan tertulis dikutip pada Senin (21/7/2025).

Baca Juga:  Polri Rotasi 85 Perwira, Tiga Kapolda Berganti

“Dalam aksi terakhir, Male Telenggen berperan sebagai pengendara motor yang membonceng pelaku penembakan bernama Nanubingga Enumbi,” imbuhnya.

Dari data kepolisian, diketahui bahwa Male Telenggen merupakan bagian dari pasukan KKB Yambi yang beroperasi di bawah komando Lekagak Telenggen. Jaringan ini dikenal aktif melakukan berbagai aksi kekerasan di wilayah pegunungan Papua.

Dalam operasi penangkapan tersebut, aparat turut mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain satu unit handphone, dua buah noken, satu noken kepala, sembilan kalung, dan satu jaket berwarna cokelat.

Baca Juga:  Divhubinter Polri Tangkap WNI Terkait TPPO Warga Rohingya

Barang-barang ini diduga berkaitan erat dengan aktivitas jaringan KKB di wilayah tersebut.

Hingga saat ini, Satgas Damai Cartenz masih terus mengembangkan penyelidikan, terutama terkait keberadaan senjata api yang diyakini masih dikuasai oleh kelompok Male Telenggen dan jaringan KKB lainnya.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol Yusuf Sutejo, mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan segera melaporkan jika menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungannya.

“Penyelidikan masih terus berlangsung. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersinergi dan tidak ragu melaporkan apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan di sekitarnya,” tutupnya. (*/Hum/A1)