BicaraIndonesia.id, Sabu Raijua – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menegaskan komitmennya dalam memperkuat pengawasan pulau-pulau terluar Indonesia untuk mengantisipasi aktifitas illegal oleh kapal ikan asing.
Salah satu komitmen itu diwujudkan KKP dengan penyelenggaraan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Republik Indonesia di Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT). Ini sebagai salah satu wujud negara hadir memperkuat pengawasan sektor kelautan dan perikanan di teras selatan NKRI.
“Kami hadir di salah satu pulau terluar beranda Indonesia selatan untuk berkomitmen dan mengoptimalkan seluruh kemampuan pengawasan, berupa armada kapal pengawas dan satelit pengintai dari aksi pencurian sumber daya alam Indonesia,” ujar Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), Pung Nugroho Saksono dalam siaran resmi KKP di Jakarta, dikutip Kamis 22 Agustus 2024.
Pria yang lekat disapa Ipung itu menerangkan salah satu isu yang perlu diperhatikan di Sabu Raijua adalah nelayan pelintas batas.
Menurutnya, letak geografi Sabu Raijua yang berdekatan dengan negara Australia, menjadi magnet untuk kegiatan illegal lintas negara.
“Beberapa bulan lalu kami mendapati dua unit kapal ikan yang diduga melakukan penyelundupan manusia (people smuggling) serta melakukan pelanggaran penangkapan ikan lintas negara tanpa dilengkapi dokumen perikanan di NTT, untuk itu kami hadir untuk melakukan pengawasan agar hal-hal tersebut tidak terulang kembali,” ungkap Ipung.
Belum lama ini, pihaknya bekerja sama dengan Australian Fisheries Management Authority (AFMA) Australia mengedukasi para nelayan di Kota Kupang dan Kabupaten Rote Ndao, NTT.
Edukasi itu dilakukan melalui kegiatan Public Information Campaign (PIC) untuk tidak melakukan penangkapan ikan tanpa izin di wilayah Perairan Australia dan agar memahami risiko yang dihadapi apabila tetap melakukan pelanggaran tersebut.
“Kami terus berkoordinasi dengan para stakeholder hingga pemerintah daerah dalam rangka mencegah nelayan melintas batas. Salah satu solusinya adalah dengan mencarikan alternatif mata pencaharian,” sebutnya.
Ia menambahkan bahwa Sabu Raijua dianugerahi potensi sumber daya laut yang luar biasa. Baik berupa potensi penangkapan ikan, budidaya ikan, budidaya rumput laut maupun tambak garam.
“Bahkan, boleh disebut kalau Kabupaten Sabu Raijua merupakan salah satu kabupaten penghasil rumput laut dan garam terbaik,” tambah Ipunk. (*/Pr/C1)