Bicaraindonesia.id, Surabaya Pengurus Provinsi (Pengprov) Perbasasi (Persatuan Baseball Softball Seluruh Indonesia) Jawa Timur berharap, cabang olahraga (cabor) baseball bisa dipertandingkan di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2025.

Sebab, cabor baseball dinilai layak dipertandingkan tanpa harus menunggu dieksibisikan lebih dulu di even dua tahun sekali tersebut.

Hal itu disampaikan Ketua Pengprov Perbasasi Jawa Timur, Ony Anwar Harsono kepada awak media yang hadir di acara pelantikan Pengprov Perbasasi Jatim, Kamis 9 Mei 2024.

“Tentunya kami berharap baseball tidak perlu dieksibisikan dan langsung ditandingkan di Porprov,” kata Ony Anwar, seperti dikutip pada Jumat 10 Mei 2024.

Menurut dia, baseball layak dipertandingkan di Porprov. Sebab, baseball bukan merupakan cabor baru. Namun demikian, diakui ada beberapa persyaratan dari KONI Jatim yang harus dipenuhi jika induk organisasi ingin cabornya tersebut bisa dimainkan.

Salah satu syarat itu adalah memiliki minimal 10 pengurus kabupaten/kota (pengkot/pengkab) dari 38 kab/kota di Jatim.

“Sekarang kita baru memiliki 9 pengkab/pengkot. Tinggal butuh tambahan satu atau dua lagi kepengurusan di daerah,” ujarnya.

Sembilan pengkab/pengkot itu, adalah Kota Surabaya, Kota Malang, Kabupaten Malang, Kabupaten Jombang, Kota Mojokerto, Kabupaten Ngawi, Kota Madiun, Kabupaten Madiun dan Kantin Sampang. “Sebelumnya baru empat, sekarang ada tambahan lima daerah lagi,” terang Ony.

Soal minimnya kepengurusan baseball di daerah, Ony mengaku tidak lepas dari ketenaran cabor ini. Baseball maupun softball belum bisa dikenal secara layak di masyarakat. Di mata masyarakat, cabor ini masih dipandang sebagai olahraga elit dan biayanya juga mahal.

“Untuk biaya mahal dan sebagainya pada hakikatnya kan tidak seperti itu. Karena itu dibutuhkan sosialisasi ke masyarakat. Nanti kita juga perlu sosialisasi kepada guru-guru olahraga di masing-masing kabupaten/kota,” bebernya.

Dalam jangka menengah dan panjang, Bupati Ngawi periode 2021-2024 itu juga memprogramkan basecamp atlet baseball putra putri, lapangan dan punya kantor sendiri. Dengan demikian, pembinaan atlet baseball di daerah bisa maksimal agar prestasi Jatim kembali meningkat.

“Belajar dari kegagalan di pra PON 2023 sehingga gagal bertanding di PON Aceh-Sumut, kita ingin melakukan pembinaan yang lebih baik lagi. Kita ingin pembibitan atlet usia dini ini digiatkan. Syukur-syukur cabor baseballa dan softball bisa masuk dalam kurikulum di sekolah-sekolah,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Umum PB Perbasasi, Andika MY Monoarfa mengaku lega Perbasi Jatim telah memiliki pemimpin baru. Menurutnya, mencari pemimpin di era sekarang sangatlah susah. Karenanya, ia minta tolong apabila ada yang mau memimpin cabor bisa disupport 100 persen.

“Yang namanya pemimpin ya memimpin. Pengurus yang lain harus mensupport, mumpung ada tolong diperkuat. Empat lima tahun harus bisa tancap gas. Jatim belum terlambat untuk juara nasional. Semoga ke depan, Jatim naik podium,” katanya.

Dukungan serupa disampaikan Ketua KONI Jatim M Nabil. Utamanya program pengembangan baseball dan softball di sekolah.

“Apapun olahraganya kami siap mendukung. Saya kira baseball tidak terlalu mahal. Bisa merangkul anak sekolah untuk bisa menggemari olahraga ini,” tandasnya. ***


Pewarta: Dimas AP
Editorial: A1