Bicaraindonesia.id, Sidoarjo – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo terus berupaya untuk mencegah banjir. Selain menyiagakan rumah pompa 24 jam, Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali juga mengerahkan alat berat untuk normalisasi 11 sungai yang ada di titik rawan banjir.
Kesebelas sungai tersebut, di antaranya, dam Dungus, dam Kepuh Kemiri, saluran sekunder Karang Tanjung, afvoer (saluran pembuangan air) Kemendung Sidodadi dan Saluran Dekat Museum Empu Tantular.
Selain itu, normalisasi juga dilakukan di anak avoer Buntung Desa Sidodadi Taman, avoer Gedangrowo Desa Banjarpanji, saluran sekunder Pagerwojo Desa Karangtanjung, saluran sekunder Desa Candi Pari, saluran sekunder Ketawang Desa Jumputrejo, dan dam Pejarakan.
“Normalisasi sungai ini merupakan langkah strategis dalam mencegah banjir terutama di titik rawan banjir. Kami berharap dapat memberikan perlindungan maksimal terhadap potensi bencana banjir yang terjadi daerah ini,” kata Gus Muhdlor sapaan akrab Bupati Sidoarjo dalam keterangan tertulisnya, seperti dikutip pada Minggu 21 Januari 2024.
Gus Muhdlor juga mengimbau agar masyarakat ikut berperan dalam menjaga kebersihan sungai agar jauh dari sampah.
“Mari kita jaga bersama-sama sungai kita, dengan tidak membuang sampah di sungai. Harapannya seluruh lapisan masyarakat maupun pemerintah ikut berperan dalam menjaga dan merawat sungainya masing-masing untuk mencegah banjir,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Ketahanan Drainase Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya Air (PUBMSDA) Kabupaten Sidoarjo, Wahib Achmadi mengatakan, pekerjaan normalisasi mencakup pembersihan sungai dan perbaikan tanggul. Juga, pengaturan alur sungai untuk memastikan aliran air yang lancar dan terkendali.
“Ada beberapa yang termasuk saluran sekunder irigasi yang sudah pendangkalan dan ditumbuhi enceng gondok sehingga kami membersihkan enceng gondong tersebut dan melakukan penggalian sungai rata-rata pada kedalaman 0.5 meter sampai 1 meter,” jelasnya.
Wahib menambahkan masing-masing sungai yang dilakukan normalisasi tersebut dikerahkan alat berat sebanyak 1 unit.
“Alat berat di masing-masing sungai yang kami normalisasi ada 1 unit alat berat,” pungkasnya. (*/and)

Tinggalkan Balasan