Bicaraindonesia.id, Surabaya Gelaran Piala Dunia U-17 Tahun 2023 baru saja usai. Pertandingan yang digelar di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) berjalan sukses dan lancar.

Secara umum Provinsi Jawa Timur (Jatim), khususnya Kota Surabaya sebagai tuan rumah menjadi sorotan dunia. Meski, timnas Garuda Muda gagal lolos ke babak selanjutnya.

Piala Dunia U-17, sudah ditutup dengan laga final timnas Jerman menang atas timnas Prancis dengan adu penalti (6-5) 2-2. Hal ini menjadi dampak positif bagi perkembangan sepak bola di Indonesia.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jawa Timur, Moh Ali Kuncoro mengatakan penyelenggaraan Piala Dunia U-17 di Surabaya sukses dan lancar.

Baca Juga:  Dukungan Inkanas Jatim Menguat untuk Johanes Koento Maju Ketua FORKI

Untuk itu, ia mengucapkan terimakasih dan apresiasinya, atas kerjasama Asprov PSSI Jatim dengan Pemkot Surabaya dan kepada seluruh pihak yang terlibat demi suksesnya perhelatan sepak bola international berjalan dengan baik.

“Kami sampaikan sukses, terlaksananya gelaran Piala Dunia U-17 di Jawa Timur atau Surabaya. Terutama kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya yang secara langsung terlibat mempersiapkan seluruhnya terkait fasilitas di stadion, akses transportasi maupun keamanan,” kata Ali Kuncoro dalam keterangan tertulisnya, seperti dikutip pada Senin,4 Desember 2023.

Baca Juga:  91 PBH Jalankan Program Bantuan Hukum Rp6,8 Miliar di Jatim

Bukan hanya sukses penyelenggaran putaran Piala Dunia U-17 di Indonesia, namun setelah pesta sepak bola international selesai, ada dampak positif bagi atlet muda atau sepak bola di Indonesia terutama di tingkat junior.

“Tentu saja, Piala Dunia U-17 sangat menjadi inspirasi bagi pesepakbola muda di Indonesia. Selanjutnya, bagaimana anak-anak bisa memiliki impian bisa bermain di tingkat international (Piala Dunia). Dan, kami yakin Jawa Timur sebagai gudangnya atlet ke depan bisa mencapai prestasi dunia,” imbuhnya.

Kadispora Jatim menyebut, bahwa Jawa Timur juga memiliki Sekolah Menengah Atas Negeri Olahraga (Smanor). Melalui Smanor ini bisa berkelanjutan masuk kurikulum atau program pembibitan talenta muda, terutama sepak bola.

Baca Juga:  Forwan Surabaya Salurkan Bantuan untuk 30 Lansia di Panti Werdha Hargo Dedali

“Kami ada Smanor yang tentu saja akan menjadi program berkelanjutan bagi atlet. Dengan gelaran Piala Dunia U-17 akan meningkatkan prestasi atlet muda mencapai international. Seperti Popda, atau pun event se level yang sudah berjalan selama ini akan fokus meningkatkan prestasi, seperti sepak bola,” pungkasnya. ***


Pewarta: T1
Editorial: A1