Bicara Indonesia
Indonesia Positive Journalism

Marinir Indonesia dan Amerika Berlatih Pertempuran Jarak Dekat

Bicaraindonesia.idDalam rangka mempertajam taktik dan teknik bertempur, Prajurit Intai Amfibi Korps Marinir TNI AL bersama dengan United States Marines Corps (USMC) Reconnaissance Unit yang tergabung dalam latihan bersama Reconex 21-II, melaksanakan latihan Close Quarter Battle (CQB) atau pertempuran jarak dekat (PJD).

Latihan bersama dengan sandi Reconnex 21-II ini, berlangsung di Pusat Latihan Pertempuran Marinir 5 Baluran, Situbondo, Jawa Timur, Selasa (08/06/2021).

Medan pertempuran di era modern ini lebih cenderung terjadi di perkotaan dan daerah-daerah yang padat penduduk. Dimana bangunan-bangunan menjadi unsur utama dalam pertempuran tersebut.

Dalam rangka menghadapi tantangan tersebut, maka dibutuhkan kemampuan untuk bertempur jarak dekat dalam ruangan atau lebih dikenal dengan Close Quarter Battle (CQB).

Dalam latihan bersama ini, personel Batalyon Intai Amfibi Korps Marinir saling bertukar ilmu, teknik dan taktik pertempuran jarak dekat dengan personel USMC Reconnaissance Unit.

Letkol Marinir Supriyono selaku Komadan Satgas Latihan mengatakan, CQB merupakan pertempuran yang dilakukan pada jarak dekat atau di dalam ruangan yang bersifat agresif, dadakan, surprise dan selektif fire. Kecepatan, kekerasan, dan daya kejut yang luar biasa, menjadi modal utama di setiap melaksanakan pertempuran jarak dekat.

“Latihan ini merupakan rangkaian latihan Reconex 21-II dalam rangka meningkatkan kemampuan tempur perorangan maupun kelompok melalui kerjasama tim yang wajib dimiliki oleh prajurit kedua negara, karena dalam pelaksanaan sebenarnya kemampuan yang seperti ini sangat dibutuhkan dalam melaksanakan pembebasan sandera di dalam operasi sesungguhnya sesuai perintah Satuan atas nantinya,” kata Letkol Marinir Supriyono dalam siaran pers yang diterima Bicaraindonesia.id, Selasa (8/6/2021).

Latihan tersebut, bertujuan untuk meningkatkan reflek perorangan maupun tim dalam bertempur jarak dekat dalam ruangan. Sehingga diharapkan dapat meningkatkan kemampuan prajurit Batalyon Intai Amfibi dalam menghadapi tantangan tugas ke depan. (Dispen Kormar /A1)

Kirim Komentar: