Bicaraindonesia.id, Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memulai pembangunan Kawasan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Proyek ini menjadi bagian dari program strategis pemerintah dalam memperkuat industri perikanan budi daya nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Program ini merupakan program strategis pemerintah untuk memperkuat industri perikanan budi daya nasional secara berkelanjutan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya KKP, Tb Haeru Rahayu, dalam siaran tertulis di Jakarta dikutip pada Kamis (12/2/2026).
Kawasan tambak udang terintegrasi tersebut dikembangkan dengan konsep Integrated Shrimp Farming (ISF). Pengembangan ini mencakup pembangunan sarana hulu dan hilir, mulai dari intake air laut, tandon utama, kolam budidaya, instalasi pengolahan air limbah (IPAL), fasilitas kawasan, penghijauan, hingga pengadaan peralatan dan mesin.
Secara keseluruhan, total luas lahan mencapai kurang lebih 2.150 hektare. Nilai investasi yang dialokasikan untuk proyek ini sebesar USD 500 juta atau setara Rp 7,2 triliun.
Tebe menyampaikan pembangunan kawasan ini dirancang sebagai role model pengembangan budi daya udang nasional yang modern, ramah lingkungan, dan berdaya saing global.
Target produktivitas kawasan ditetapkan hingga 55 ton per hektare per siklus, dengan total produksi diproyeksikan mencapai 52.800 ton udang per tahun.
“Pembangunan kawasan ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi udang nasional, tetapi juga pada penguatan sumber daya manusia lokal, penciptaan lapangan kerja, serta penerapan standar akuakultur yang baik (Good Aquaculture Practices), dan berkelanjutan,” ujar Tebe.
Lokasi pembangunan berada di Desa Palakahembi dan Kelurahan Watumbaka, Kecamatan Pandawai, Kabupaten Sumba Timur.
Pada tahap awal, proses konstruksi telah berjalan dengan dukungan puluhan alat berat. Proyek ini juga menyerap tenaga kerja lokal yang jumlahnya terus meningkat seiring dengan progres pembangunan.
Sementara itu, Kepala Desa Palakahembi, Arif Maramba, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh atas dimulainya pembangunan kawasan tersebut.
Ia menilai kehadiran proyek strategis ini membuka peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi desa dan penciptaan lapangan kerja baru.
“Kami optimistis pembangunan kawasan tambak udang terintegrasi ini akan menjadi penggerak ekonomi baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memberikan masa depan yang lebih baik bagi generasi muda di Sumba Timur,” pungkasnya. (*/Sp/A1)

Tinggalkan Balasan