Bicaraindonesia.id, Jakarta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan langkah strategis untuk penanganan banjir melalui normalisasi Kali Cakung Lama, pembangunan embung atau waduk di Kali Angke, serta perbaikan jalan rusak akibat genangan air.

Kebijakan tersebut disampaikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung usai memimpin rapat terbatas bersama jajaran perangkat daerah di Balai Kota Jakarta, Kamis (29/1/2026).

“Mengingat curah hujan yang diperkirakan masih tinggi, diperlukan penanganan di Kali Cakung Lama dan Kali Angke untuk mengurangi genangan di wilayah sekitarnya. Oleh karena itu, kami menyetujui dan akan segera memulai normalisasi Kali Cakung Lama,” ujar Pramono dalam keterangan persnya yang dikutip Jumat (30/1/2026).

Baca Juga:  Perkuat Wasbang Aparatur, Pemprov DKI-Lemhannas Jalin Kerja Sama Strategis

Pramono menjelaskan, normalisasi Kali Cakung Lama akan dilakukan oleh Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta melalui pembebasan lahan. Lahan yang telah dibebaskan diminta segera dibersihkan dan dilanjutkan dengan pembangunan turap.

Sementara itu, normalisasi Kali Ciliwung berupa pembangunan tanggul menjadi kewenangan Kementerian Pekerjaan Umum. Adapun normalisasi Kali Cakung Lama sepenuhnya menjadi tanggung jawab Pemprov DKI Jakarta.

Selain pembebasan lahan, Dinas SDA DKI Jakarta juga melakukan penguatan tanggul Kali Cakung Lama Segmen Pegangsaan Dua sepanjang 2,4 kilometer. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Jaktirta Project periode 2025-2027.

“Selanjutnya, Dinas SDA DKI Jakarta menyiapkan pengadaan tanah untuk Kali Cakung Lama Segmen Begog sepanjang sekitar 1,3 kilometer dengan lebar sungai rencana sekitar 15 meter. Ini menjadi prioritas kami dalam penanganan banjir jangka menengah,” jelasnya.

Baca Juga:  Perkuat Wasbang Aparatur, Pemprov DKI-Lemhannas Jalin Kerja Sama Strategis

Pemprov DKI Jakarta juga merencanakan pembangunan Embung atau Waduk Polor di Bendung Polor pada sistem aliran Kali Angke. Embung tersebut berfungsi sebagai tampungan air sementara guna mereduksi debit puncak saat hujan lebat sebelum mengalir ke wilayah hilir.

“Pembangunan Embung Polor akan dilaksanakan oleh PAM Jaya dan segera direalisasikan agar debit air di Kali Angke dapat ditekan dan tidak seluruhnya langsung mengalir ke hilir,” tambah Pramono.

Di sisi lain, penanganan jalan berlubang akibat genangan dan banjir juga menjadi perhatian. Dinas Bina Marga DKI Jakarta melakukan langkah darurat berupa penambalan dan perbaikan jalan rusak, disertai perawatan rutin serta pemantauan berkala.

Baca Juga:  Perkuat Wasbang Aparatur, Pemprov DKI-Lemhannas Jalin Kerja Sama Strategis

Langkah percepatan ini dilakukan karena kerusakan jalan berdampak langsung terhadap kelancaran dan keselamatan mobilitas warga Jakarta.

“Sejauh ini, kami melakukan pembersihan tali-tali air dari endapan lumpur, sampah, dan daun kering agar aliran air di jalan raya dapat masuk ke saluran dengan lancar,” kata Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Heru Suwondo.

Ia menambahkan penanganan dilakukan pada seluruh ruas jalan di luar jalan tol, termasuk lokasi yang terdampak genangan.

“Penanganan permanen akan dilaksanakan setelah kondisi cuaca membaik,” tutupnya. (*/Pr/C1)