Bicaraindonesia.id, Jakarta Menteri Sosial Tri Rismaharini mengingatkan para pelajar penerima beasiswa luar negeri dari pemerintah, untuk kembali ke tanah air. Segala kemudahan di lokasi belajar, seyogyanya tidak menjadi alasan untuk lupa membangun tanah air.

Hal itu disampaikan Mensos Risma kepada 200 Penerima Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), pada sesi Persiapan Keberangkatan (PK) Angkatan 205 Penerima Beasiswa LPDP dengan tema Refleksi Merah Putih: Aku Pergi Untuk Kembali di Kota Jakarta Utara, Jumat (26/6/2023).

Pesan ini menanggapi banyaknya awardee LPDP (penerima beasiswa) yang enggan pulang ke daerah asal setelah lulus kuliah. Kebanyakan mereka beralasan sulit mengembangkan ilmu lantaran kurangnya fasilitas yang diberikan negara.

“Nah, memang kalau sulit, iya lah. Kalau gampang gak perlu kalian sekolah tinggi-tinggi,” kata Mensos Risma, seperti dilansir pada Kamis (29/6/2023).

Menurutnya, kehidupan di negara maju sudah pasti mempermudah pengembangan inovasi dan penyelesaian masalah. Hal itu tentu berbeda dengan kondisi di Indonesia yang merupakan negara berkembang.

Baca Juga:  Pemerintah Perkuat Data PBI JKN, 152 Juta Warga Terdaftar Penerima Bantuan Iuran

Namun, Mensos menyebut, di situlah kecerdasan dan kemampuan penyelesaian masalah seseorang diuji.

“Di sana (di luar negeri), kondisinya mapan semua sudah teratur. Kalau semua sudah mapan, siapa yang gak pinter atau cerdas. Justru itu lah tantangan kita. Kalau kita mau menang terhadap diri kita sendiri dan ilmu yang kita miliki, saat sulit itu lah kita diuji apakah kita pinter atau tidak, cerdas atau tidak,” ujar Mensos Risma.

Para awardee diingatkan agar tidak terlena dengan segala kenyamanan di luar negeri. Sebagai penerima beasiswa yang dibiayai oleh uang rakyat, sudah sepatutnya kembali mengabdi. “Kita semua berangkat dibiayain uang rakyat, tapi kemudian saat kita dapat semua itu, kita gak mau kembali,” kata Mensos.

Di hadapan para awardee, Mensos menunjukkan program-program Kemensos yang menjangkau wilayah-wilayah yang sulit diakses. Seperti budidaya bunga matahari di Wini Kabupaten Timor Tengah Utara, NTT, dan pembuatan kapal di Kabupaten Mamberamo dan Kabupaten Asmat di Papua.

Baca Juga:  Pemerintah Perkuat Data PBI JKN, 152 Juta Warga Terdaftar Penerima Bantuan Iuran

Dalam perannya sebagai Mensos, ia bahkan harus menempuh ancaman bahaya seperti saat berada di daerah konflik di Puncak Jaya, atau saat menyusuri sungai yang dihuni buaya.

Selain itu, Mensos juga memperlihatkan program Kemensos yang menjangkau dan memberdayakan penyandang disabilitas. Untuk itu, ia berpesan agar para awardee kembali dan mengabdi untuk membangun daerah masing-masing karena masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan untuk kemajuan seluruh masyarakat Indonesia.

“Siapa lagi mereka akan minta pertolongan kalau bukan kepada kalian yang nanti akan punya ilmu lebih baik lagi, lebih tinggi,” katanya.

Sementara itu, peristiwa unik terjadi dimana seorang awardee asal Kepulauan Aru Maluku meminta Mensos Risma untuk datang berkunjung ke daerahnya saat ia selesai kuliah nanti. Namun, Mensos langsung mengagendakan untuk datang ke Kepulauan Aru dalam waktu dekat.

Baca Juga:  Pemerintah Perkuat Data PBI JKN, 152 Juta Warga Terdaftar Penerima Bantuan Iuran

Adapun Direktur Utama LPDP Andin Hadiyanto mengatakan, Mensos Risma adalah seorang tokoh dunia yang kontribusinya sudah diakui secara global. Keteladanan Mensos Risma dalam memimpin bahkan diterapkan langsung oleh Andin.

“Ibu ini (Mensos Risma) adalah tokoh idola saya, sampai apapun yang dilakukan saya tiru,” katanya saat memberikan sambutan.

Ia berharap, sesi inspirasi yang menghadirkan Mensos dapat membawa aura pemimpin kelas dunia kepada para awardee yang kelak akan melanjutkan estafet kepemimpinan saat ini.

Dalam kesimpulannya, Andin menulis tujuh pesan Mensos kepada awardee yaitu jangan rendah diri, menyerap sebanyak-banyaknya ilmu, berani menghadapi tantangan, tidak jadi penghianat, istiqomah, mengasah nalar berpikir, dan tentunya harus kembali. ***


Editorial: B1
Source: Humas Kemensos