Bicara Indonesia Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur, melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Jawa Timur di Gedung KONI Jatim, Surabaya, Jumat (28/5/2021).

Ketua KONI Jatim, Erlangga Satriagung mengatakan, penandatanganan MoU bersama BPJS Ketenagakerjaan sangat penting untuk memberikan jaminan bagi para atlet yang tergabung dalam Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda).

“Kita beri perlindungan bagi atlet mereka pahlawan olahraga kita. Sehingga kita paham bahwa menjalankan profesinya perlu ada perlindungan,” kata Erlangga dalam keterangan tertulis yang diterima Bicaraindonesia.id, Jum’at (28/5/2021).

Baca Juga:  Kodam V/Brawijaya dan KONI Jatim Perkuat Sinergi Siapkan Atlet TNI untuk Ajang Nasional

Dengan adanya jaminan ini, diharapkan atlet lebih merasa nyaman. Sebab, apabila ada kecelakaan kerja yang tidak diinginkan semua biaya perawatan akan ditanggung semua oleh BPJS.

“Jadi kecelakaan model apapun bisa dicover oleh BPJS. Ini membuat atlet nyaman karena merasa aman ketika negara hadir memberi perlindungan saat dia (atlet) menjalankan profesinya dengan berbagai risiko,” imbuhnya.

Ia memyatakan, bahwa jaminan ini diberikan khusus untuk seluruh atlet, pelatih, dan mekanik yang tergabung dalam Puslatda. Di mana, biaya premi seluruhnya akan ditanggung oleh KONI Jatim.

Baca Juga:  150 Pelatih Ikuti Penataran Pencak Silat Jawa Timur

Sementara itu, Asisten Deputi Bidang Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Jawa Timur, Andrey J Tuamelly menyambut baik inisiatif KONI Jatim yang melindungi aset pahlawan di bidang olahraga.

“Siapa bilang atlet itu tidak bisa dilindungi. Jadi atlet punya hak dapat jaminan sosial, bpjs hadir kepada kelompok pekerja termasuk atlet, dia terorganisasi dalam satu organisasi yaitu KONI. Mereka melakukan aktivitas dan juga mengharumkan nama daerah, artinya mereka pahlawan olahraga yang mempunyai hak dilindungi,” kata Andrey.

Untuk itu, kata dia, BPJS Ketenagakerjaan memiliki hak melindungi para atlet dengan 2 progam. Yaitu program jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian.

Baca Juga:  150 Pelatih Ikuti Penataran Pencak Silat Jawa Timur

Ia menjelaskan, apabila atlet mengalami kecelakaan dalam proses latihan sejak mulai berangkat dari mess atau rumah ke tempat latihan sampai pulang latihan akan ditanggung penuh oleh BPJS sampai sembuh.

“Bahkan sampai ada cacat dan lain-lain itu dilindungi, termasuk kematian kecelakaan kerja, termasuk biaya transportasi laut darat, udara semua ditanggung,” pungkasnya. (Pr/T1/A1)