Bicaraindonesia.id, Surabaya – Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 tidak hanya menghadirkan ajang olahraga yang diikuti lebih dari 11.000 pelari, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi Kota Surabaya. Selama tiga hari penyelenggaraan, event tersebut menciptakan perputaran aktivitas ekonomi hingga Rp74,78 miliar.

Dari total perputaran ekonomi tersebut, kontribusi terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Surabaya diperkirakan mencapai Rp41,42 miliar.

Data itu merupakan hasil riset dan kajian analisis input-output yang dilakukan Lembaga Pengembangan Ekonomi Pembangunan (LPEP) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (FEB UNAIR).

Kepala Bidang Penelitian dan Pengabdian Masyarakat LPEP FEB UNAIR, Atik Purmiyati, mengatakan perhitungan tersebut diperoleh melalui pengolahan data primer dan sekunder terkait aktivitas peserta maupun ekosistem pendukung selama penyelenggaraan Surabaya ISOPLUS Marathon 2026.

“Berdasarkan olahan data primer dan sekunder yang kami lakukan, kegiatan Surabaya ISOPLUS Marathon menciptakan perputaran aktivitas ekonomi sebesar Rp74,78 miliar selama tiga hari berturut-turut. Hal ini memberikan estimasi kontribusi terhadap perekonomian PDRB Kota Surabaya mencapai Rp41,42 miliar,” ujar Atik, Minggu (4/9/2026).

Menurut Atik, dampak ekonomi penyelenggaraan maraton tidak hanya terjadi di lokasi perlombaan. Aktivitas peserta selama berada di Surabaya turut menggerakkan sejumlah sektor, seperti akomodasi, makanan dan minuman, oleh-oleh, hingga transportasi lokal.

Baca Juga:  Khofifah Pimpin Pembaretan 1.334 Taruna-Taruni Jawa Timur

Salah satu dampak yang terlihat adalah meningkatnya tingkat hunian hotel selama penyelenggaraan event. Kondisi tersebut sejalan dengan banyaknya peserta yang berasal dari luar Surabaya dan harus menginap selama mengikuti rangkaian kegiatan.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, lebih dari 11.000 peserta mengikuti ISOPLUS Marathon 2026. Sekitar 40 persen peserta disebut berasal dari luar Kota Surabaya, sementara pelari mancanegara datang dari sejumlah negara seperti Australia, Jepang, Filipina, dan India.

“Ini menunjukkan bahwa Surabaya memang menjadi salah satu pilihan utama untuk lari maraton di Indonesia. Partisipasinya mencapai 11 ribu peserta lebih dan dampaknya sangat luar biasa, terutama pada peningkatan okupansi hotel dan sektor pariwisata,” kata Eri.

Eri menyebut tingkat okupansi hotel di Surabaya selama gelaran berlangsung berada di kisaran 80 hingga 90 persen.

“Okupansi hotel meningkat 80 sampai 90 persen, karena 40 persen berasal dari luar Kota Surabaya, dan 1 persen di antaranya merupakan pelari mancanegara dari Australia, Jepang, Filipina, hingga India,” ungkapnya.

Baca Juga:  Midtown Hotels Bekali Warga Binaan Surabaya Keterampilan Meracik Kopi

Menurut Eri, capaian tersebut memperlihatkan semakin besarnya peran olahraga dalam mendukung sektor pariwisata dan perekonomian daerah. Peserta yang datang untuk mengikuti lomba juga memiliki aktivitas lain selama berada di Surabaya.

Para peserta tidak hanya berlari, tetapi juga menginap, makan, menggunakan transportasi, berbelanja, hingga menikmati berbagai fasilitas dan destinasi wisata yang tersedia di Kota Pahlawan.

Pengembangan sport tourism tersebut turut diperkuat melalui kolaborasi Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama WINGS Group dan ISOPLUS.

Salah satu bentuk kolaborasi itu diwujudkan melalui pembangunan fasilitas jogging track di sepanjang bantaran Sungai Kalimas yang dapat dimanfaatkan masyarakat maupun wisatawan.

Di sepanjang rute maraton, aktivitas olahraga juga berpadu dengan karakter khas Kota Pahlawan. Para pelari mendapat sambutan warga melalui berbagai atraksi kesenian tradisional, termasuk Reog Ponorogo, serta kelompok cheering squad.

“Maraton bukan hanya soal lari, tapi tentang keberanian untuk memulai, konsistensi, dan pantang menyerah sesuai dengan semangat arek-arek Suroboyo. Kami berharap ISOPLUS Marathon terus hadir dan berkembang di Surabaya pada tahun-tahun mendatang,” ujar Eri.

Baca Juga:  Khofifah Bagikan 1.000 Kacamata Gratis untuk Guru PAUD hingga TPQ

ISOPLUS Marathon Bukan Sekadar Race Day

Head of RTD Beverage WINGS Food, Joshua Gunawan, mengatakan Surabaya memiliki posisi strategis sebagai pusat ekonomi dan bisnis di kawasan Indonesia bagian timur.

Dukungan Pemkot Surabaya juga dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam keberlanjutan penyelenggaraan event berskala nasional dan internasional tersebut.

“Kota Surabaya merupakan pusat ekonomi dan bisnis di Indonesia bagian timur yang memiliki potensi sangat besar. Selain secara bisnis, Kota Surabaya dan pemkot memberikan sambutan serta kerja sama yang sangat baik, sehingga memungkinkan event ini dapat terselenggara secara maksimal,” ujar Joshua.

Joshua mengatakan ISOPLUS Marathon 2026 tidak hanya menawarkan pengalaman berlari pada hari perlombaan. Konsep yang diusung adalah Complete and Big Experience, dengan pendampingan kepada peserta sejak masa persiapan hingga race day.

“Konsep complete yang kami usung berarti pelari tidak sekadar membeli tiket lalu bertemu di lintasan lari. Kami memberikan pendampingan berkelanjutan melalui edukasi dan tips di kanal media sosial yang dikurasi serta divalidasi langsung oleh para ahli, seperti pelatih profesional dan dokter spesialis nutrisi,” jelasnya. (*/Dap/A1)