Bicaraindonesia.id, Tiongkok – WorldSkills Competition (WSC) ke-48 resmi dimulai di Shanghai World Expo Cultural Center, Shanghai, Tiongkok, Selasa (22/9/2026). Ajang kompetisi keterampilan tingkat dunia ini mempertemukan talenta muda dari berbagai negara, termasuk delegasi Indonesia.
WorldSkills Competition Shanghai 2026 berlangsung pada 22 hingga 27 September 2026. Kompetisi tersebut diikuti talenta muda dari 68 negara dan wilayah yang akan beradu keterampilan dalam 64 bidang keahlian.
Rangkaian pembukaan WSC Shanghai 2026 diawali dengan Parade of Nations yang dipimpin oleh WorldSkills Champions Trust. Acara kemudian dilanjutkan dengan pertunjukan seni serta tata cahaya dan suara yang memadukan unsur budaya dan teknologi.
Pada penyelenggaraan tahun ini, Indonesia mengirimkan 20 kompetitor yang didampingi 17 eksper (expert) serta tim pendukung. Para delegasi Indonesia akan berlaga dalam 17 bidang keahlian.
Ke-17 bidang tersebut meliputi Mechatronics, Software Applications Development, Autobody Repair, Electronics, Web Technologies, Industrial Control, Pâtisserie and Confectionery, Automobile Technology, Cooking, Restaurant Service, Refrigeration and Air Conditioning, IT Network Systems Administration, Industry 4.0, Heavy Vehicle Technology, 3D Digital Game Art, Rail Vehicle Technology, serta Robot Systems Integration.
Para kompetitor Indonesia berasal dari berbagai latar belakang, termasuk murid dan alumni SMK, institusi pendidikan, serta mitra industri. Mereka telah menjalani pembinaan dan pelatihan intensif sebagai persiapan menghadapi kompetisi keterampilan tingkat dunia.
Keikutsertaan Indonesia di WSC Shanghai 2026 menjadi bagian dari upaya memperluas pengalaman internasional talenta vokasi sekaligus memperkenalkan potensi keterampilan anak bangsa di tingkat global.
Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Dirjen Dikmen Diksus) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Tatang Muttaqin, menyampaikan dukungannya kepada delegasi Indonesia yang berlaga di WSC Shanghai 2026.
Dirjen Tatang menekankan keikutsertaan Indonesia dalam WSC 2026 tidak hanya berorientasi pada pencapaian prestasi, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperoleh pengalaman, membandingkan standar keterampilan dengan negara lain, serta memperkuat relevansi pendidikan vokasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri global.
“Kesempatan ini menjadi panggung untuk membuktikan bahwa talenta vokasi muda Indonesia memiliki keterampilan, daya juang, dan kreativitas yang sejajar dengan standar dunia. Jangan minder, bertandinglah dengan percaya diri, fokus, disiplin, sportif, dan berikan yang terbaik,” ujar Dirjen Tatang dalam siaran persnya di Jakarta dikutip Bicaraindonesia.id pada Jumat (25/9/2026).
Kepada para delegasi Indonesia, Dirjen Tatang berpesan untuk menyerap pengalaman sebanyak mungkin untuk kemudian dibawa pulang ke Indonesia. Momentum ini diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi murid SMK dan generasi muda Indonesia untuk terus mengasah keterampilan dan berani bersaing di tingkat internasional.
“Jangan hanya pulang membawa medali. Pulanglah membawa pengalaman, teknologi, dan standar dunia. Kemenangan terbesar bukan hanya ketika merah putih berkibar di podium, tetapi juga ketika pengalaman mengubah cara kita mendidik dan melatih jutaan anak SMK di tanah air,” pungkas Tatang. (*/Pr/A1)

Tinggalkan Balasan