Bicaraindonesia.id, Jakarta – Kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi, akhirnya tiba di Dermaga 107, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (18/9/2026). Kapal tersebut diproyeksikan menjadi kapal induk pertama yang memperkuat armada TNI Angkatan Laut (TNI AL).
ITS Giuseppe Garibaldi sebelumnya berlayar dari Italia pada 24 Agustus 2026 menuju Indonesia. Kedatangannya menjadi bagian dari upaya penguatan alat utama sistem persenjataan (Alutsista) TNI AL.
Kehadiran kapal tersebut juga diarahkan untuk mendukung pelaksanaan Operasi Militer Selain Perang (OMSP), termasuk penanggulangan bencana dan misi kemanusiaan.
Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengatakan, TNI AL masih melakukan kajian terkait satuan yang nantinya akan menjadi tempat kapal tersebut bernaung.
“Untuk sementara kapal ini masuk di Satuan Kapal Bantu (Satban), nanti kita lihat yang tepat di mana. Apakah kita perlu membangun satuan baru, apakah di Satban Koarmada atau di Kolinlamil. Nanti kita masih pertimbangkan itu,” kata Kasal dalam keterangan persnya kepada awak media dikutip Bicaraindonesia.id pada Jumat (18/9/2026).
Selain menyiapkan struktur satuan, TNI AL juga mulai mempersiapkan pangkalan yang dinilai sesuai untuk mendukung operasional ITS Giuseppe Garibaldi.
Kasal menuturkan bahwa Pangkalan Lampung menjadi salah satu lokasi yang tengah dipersiapkan. Pemilihan wilayah tersebut mempertimbangkan kondisi geografis dan aspek navigasi yang mendukung.
“Tapi untuk (Pangkalan) Lampung kita sedang siapkan, ini dalam paralel kita menyiapkan juga pangkalannya untuk di Lampung. Dan Lampung ini kenapa kita pilih? Karena dia situasi geografisnya sangat memungkinkan,” ujarnya.
Kasal menjelaskan, kedalaman perairan di lokasi tersebut dinilai memadai untuk mendukung kebutuhan kapal. ITS Giuseppe Garibaldi memiliki draft (sarat air) sekitar 8 hingga 8,5 meter.
“Kedalamannya juga cukup, draftnya ini sekitar 8 meter, 8,5 (meter). Jadi di sana cukup, akses navigasinya bagus, agak terlindung juga,” katanya.
TNI AL tidak menutup kemungkinan menyiapkan sejumlah pangkalan alternatif untuk mendukung keberadaan kapal induk tersebut. Penentuan lokasi akhir akan mempertimbangkan berbagai aspek operasional dan kebutuhan organisasi.
“Mungkin itu yang jadi pilihan. Tapi ada pangkalan-pangkalan lain juga yang kita siapkan, nanti kita pertimbangkan lagi,” tutur Kasal. (*/A1)

Tinggalkan Balasan