Bicaraindonesia.id, Surabaya – Pakar geologi sekaligus dosen luar biasa Departemen Teknik Geofisika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Amien Widodo, menyarankan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya meningkatkan pemantauan terhadap potensi pergerakan sesar di wilayah Surabaya. Salah satunya dengan memasang alat pendeteksi pergerakan atau pergeseran tanah.

Saran tersebut disampaikan Amien menyusul ramainya informasi mengenai keberadaan patahan aktif di Surabaya yang beredar di berbagai platform media sosial. Ia mengimbau masyarakat tidak panik terhadap informasi yang belum terverifikasi secara ilmiah.

Amien menjelaskan, keberadaan patahan di wilayah Surabaya memang telah menjadi bagian dari penelitian sebelumnya. ITS bersama Pusat Survei Geologi – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI pernah melakukan penelitian mengenai peta patahan di Jawa Timur yang telah dipublikasikan pada 2024.

Baca Juga:  Resmi Pimpin Polda Jatim, Irjen Pol Dekananto Ungkap Prioritas Utamanya

“Hasil penelitian tersebut menunjukkan terdapat dua patahan yaitu patahan Surabaya dan patahan Waru,” ujar Amien dalam siaran persnya di Surabaya dikutip Bicaraindonesia.id pada Sabtu (12/9/2026).

Menurut Amien, kedua patahan tersebut memiliki potensi aktif dan pernah mengalami pergerakan. Hasil penelitian tersebut juga sejalan dengan peta patahan di Indonesia yang disusun oleh Pusat Studi Gempa Nasional (Pusgen) tahun 2024.

“Patahan yang melewati Surabaya, Sidoarjo, hingga Bangkalan memang ada, tetapi belum terverifikasi aktif,” paparnya.

Amien menegaskan, keberadaan patahan tidak serta-merta dapat dikategorikan sebagai patahan aktif. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan aktivitas suatu patahan berdasarkan bukti dan kajian ilmiah.

Baca Juga:  Khofifah Bagikan 1.000 Kacamata Gratis untuk Guru PAUD hingga TPQ

“Kita harus memahami bahwa ada patahan yang aktif dan tidak aktif. Untuk menyebutnya sebagai patahan aktif, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut,” terangnya.

Karena itu, Amien meminta masyarakat lebih kritis dalam menyikapi informasi kebencanaan yang beredar di media sosial. Informasi yang belum melalui proses verifikasi ilmiah, menurutnya, tidak seharusnya menjadi alasan untuk menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.

Di sisi lain, Amien menilai pemerintah daerah tetap perlu memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana gempa. Pemkot Surabaya dapat menyiapkan alat pendeteksi pergerakan atau pergeseran tanah sebagai bagian dari sistem pemantauan dan mitigasi risiko.

Baca Juga:  Moonton Gandeng ESI-KONI Surabaya, Cetak Atlet Muda MLBB

Pemasangan alat monitoring tersebut dinilai dapat menjadi salah satu langkah untuk memperoleh data mengenai kondisi dan potensi pergerakan tanah secara lebih terukur. Pemantauan berbasis data juga dapat membantu pemerintah dalam menentukan langkah mitigasi apabila ditemukan indikasi aktivitas pergerakan tanah.

Selain memasang alat monitoring, Amien menilai penyusunan peta kawasan rawan gempa juga penting sebagai dasar pemerintah dalam menentukan kebijakan pembangunan.

Pemerintah dapat memastikan bangunan yang berada di kawasan berisiko memenuhi standar bangunan tahan gempa, sehingga potensi dampak apabila terjadi gempa dapat ditekan. (*/Pr/B1)