Bicaraindonesia.id, Surabaya – Jawa Timur mulai memperkuat regenerasi atlet Tarung Derajat melalui Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Pelajar Tarung Derajat 2026. Ajang yang digelar di Surabaya tersebut menjadi bagian dari persiapan jangka panjang menuju Pra-PON 2027 dan PON 2028.
Kejurnas Pelajar Tarung Derajat 2026 diikuti 93 atlet pelajar dari 13 provinsi. Selain menjadi arena kompetisi, kejuaraan tersebut dimanfaatkan Pengprov Keluarga Olahraga Tarung Derajat (Kodrat) Jawa Timur untuk memantau atlet-atlet muda yang berpotensi dikembangkan menuju level senior.
Ketua Umum Kodrat Jatim Bambang Haryo Soekartono mengatakan, Kejurnas Pelajar menjadi bagian penting dalam membangun mata rantai pembinaan atlet Tarung Derajat sejak usia dini.
“Ini Kejuaraan Nasional Pelajar yang diikuti 93 atlet dan 13 provinsi dari seluruh Indonesia. Ini menjadi ajang untuk membina generasi muda dan bibit-bibit untuk generasi senior,” kata Bambang dalam keterangannya dikutip Bicaraindonesia.id pada Sabtu (29/8/2026).
Menurut Bambang, pembinaan atlet pelajar tidak berhenti setelah kompetisi berakhir. Atlet yang menunjukkan performa terbaik diharapkan dapat terus dikembangkan untuk menghadapi berbagai agenda olahraga, termasuk kejuaraan nasional senior, Pra-PON 2027 hingga PON 2028.
“Pra-PON-nya di 2027, PON-nya di 2028. Ini yang ketiga dilaksanakan dan kami sangat mengharapkan atlet-atlet juara ini bisa menjadi referensi kejuaraan-kejuaraan berikutnya, termasuk SEA Games atau kejuaraan di ASEAN,” ujarnya.
Kodrat Jatim menilai regenerasi atlet harus dipersiapkan sejak jauh hari dan tidak dilakukan secara instan menjelang multievent olahraga. Pembinaan di tingkat pelajar dinilai penting untuk memastikan Jawa Timur memiliki stok atlet ketika memasuki persaingan di level senior.
Bambang juga mendorong Tarung Derajat menjadi salah satu pilihan kegiatan ekstrakurikuler di sekolah, mulai dari tingkat SD hingga SMA. Selain menjadi sarana pencarian bakat, pembinaan sejak usia pelajar dinilai dapat membentuk kedisiplinan dan karakter.
“Kami mengharapkan olahraga Tarung Derajat ini bisa menjadi pelengkap pendidikan ekstrakurikuler di sekolah, mulai SD, SMP sampai SMA. Di Jawa Timur sudah ada 24 kabupaten/kota yang siap untuk melatih pelajar-pelajar tersebut,” jelasnya.
Menurut Bambang, pengembangan Tarung Derajat di lingkungan pendidikan juga dapat membuka peluang lebih besar bagi atlet muda untuk meraih prestasi. Kejurnas Pelajar 2026 mempertandingkan 21 nomor yang memperebutkan medali emas.
“Selain mendidik kedisiplinan dan membuat sehat, olahraga ini juga bisa mendapatkan jalur prestasi supaya bisa masuk ke jenjang sekolah berikutnya,” katanya.
Jatim Jadi Pelopor Kejurnas Pelajar di Luar Jawa Barat
Penyelenggaraan Kejurnas Pelajar Tarung Derajat 2026 di Surabaya juga mendapat apresiasi dari Perguruan Pusat Tarung Derajat. Sang Guru Muda Rimba Dirgantara menyebut Jawa Timur menjadi provinsi pertama di luar Jawa Barat yang menggelar Kejurnas Tarung Derajat tingkat pelajar.
“Saya sangat apresiasi sekali dengan penyelenggaraan ini. Ini baru kali ini diadakan Kejurnas tingkat nasional di luar Provinsi Jawa Barat. Jadi Jawa Timur ini memelopori kejuaraan nasional di tingkat pelajar,” kata Rimba.
Rimba menilai keberlanjutan kompetisi penting untuk memperluas basis pembinaan sekaligus menemukan atlet muda yang memiliki potensi bersaing di level nasional.
“Diharapkan terus berlanjut. Kemudian dari kejuaraan ini juga muncul bibit-bibit baru, khususnya untuk ke tingkatan nasional nantinya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kategori pelajar memiliki rentang usia yang berbeda dengan kelompok senior. Namun, sejumlah nomor, terutama seni gerak, memungkinkan atlet muda terus dipantau untuk dipersiapkan menuju kompetisi dengan level yang lebih tinggi.
Sementara itu, Ketua Panitia Kejurnas Pelajar Tarung Derajat 2026 Erwin H. Poedjiono mengatakan, kejuaraan tersebut juga menjadi bagian dari proses pembinaan dan seleksi atlet daerah.
Kodrat Jatim sebelumnya telah melakukan seleksi terhadap atlet dari berbagai kabupaten dan kota berdasarkan kelompok usia Porprov. Hasil seleksi tersebut kemudian menjadi dasar pembentukan tim Jawa Timur kategori pelajar.
“Kejuaraan ini memberikan pemanasan untuk seleksi atlet di kabupaten/kota untuk Porprov,” kata Erwin.
Menurut Erwin, Kejurnas Pelajar juga meningkatkan motivasi daerah dalam melakukan pembinaan. Sejumlah peserta menjadikan kompetisi tersebut sebagai ajang try out setelah mengikuti berbagai kejuaraan olahraga di daerah masing-masing.
Erwin menegaskan keputusan menggelar Kejurnas kategori pelajar merupakan bagian dari strategi pembinaan jangka panjang. Kodrat Jatim mengarahkan fokus pada kelompok usia muda agar regenerasi atlet menuju Pra-PON dan PON dapat berjalan lebih terstruktur.
“Pra-PON pasti ada anak-anak ini yang ikut menjadi pelapis untuk kemudian 2028 ikut PON. Itu alasan kenapa yang awalnya Kejurnas Senior dirubah menjadi Kejurnas Pelajar,” pungkasnya.
Setelah Kejurnas Pelajar, Kodrat Jatim juga menyiapkan Kejurnas Senior pada Desember mendatang. Untuk persiapan menuju PON 2028, Jawa Timur telah menyiapkan tujuh atlet dan masih akan menambah kekuatan.
Kodrat Jatim menargetkan kedalaman skuad yang mampu memenuhi seluruh nomor yang dipertandingkan pada Pra-PON. Kejurnas Pelajar Tarung Derajat 2026 di Surabaya menjadi salah satu langkah awal untuk menemukan dan membentuk generasi baru atlet Jawa Timur menuju panggung olahraga nasional. (*/Dap/A1)

Tinggalkan Balasan