Bicaraindonesia.id, Tangerang – Pelajar Indonesia berhasil meraih dua medali emas, satu medali perunggu, dan honorable mention poster presentation dalam ajang International Geography Olympiad (iGeo) 2026 di Istanbul, Turki.
Kompetisi geografi internasional tersebut berlangsung pada 11-17 Agustus 2026 dan diikuti 184 peserta dari 50 negara.
Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Maria Veronica Irene Herdjiono, menyampaikan apresiasi kepada para murid yang berhasil mengharumkan nama Indonesia di ajang iGeo 2026.
“Terima kasih kepada para pembina, sekolah, dan orang tua yang juga menguatkan sehingga meraih dua medali emas, satu medali perunggu, dan honorable mention poster presentation,” ujar Irene dalam siaran persnya dikutip Bicaraindonesia.id pada Selasa (25/8/2026).
Dua medali emas masing-masing diraih Kaleb Lash Elnathan Naibaho dari SMA Labschool Kebayoran, DKI Jakarta, dan Rafif Adinata Ramadhan dari MAN 1 Pekanbaru, Riau.
Sementara itu, medali perunggu diraih Arkha Enzi Anagi dari SMA Labschool Kebayoran, DKI Jakarta.
Selain tiga medali tersebut, tim Indonesia juga meraih honorable mention poster presentation melalui poster berjudul “The Ronda System: The Indonesian Tradition to Keep Communities Safe.”
### Berawal dari Medali OSN
Keempat murid yang mewakili Indonesia di iGeo 2026 sebelumnya merupakan peraih medali Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang Geografi.
Mereka kemudian menjalani pembinaan dan seleksi intensif yang dilakukan Puspresnas Kemendikdasmen sebagai bagian dari persiapan menghadapi kompetisi tingkat internasional.
Dalam proses persiapan, para murid juga mendapatkan pendampingan dari tim pembina, yakni Dewayany dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Asri Oktavioni Indraswari dari Universitas Indonesia (UI).
Dewayany mengatakan prestasi tersebut menjadi kebanggaan sekaligus mencerminkan hasil dari proses pembinaan talenta yang dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.
“Alhamdulillah, capaian ini menjadi bukti bahwa murid Indonesia mampu bersaing di tingkat internasional sekaligus hasil dari proses pembinaan yang panjang dan berjenjang,” ujarnya.
iGeo merupakan kompetisi geografi tingkat internasional yang diselenggarakan setiap tahun bagi murid Sekolah Menengah Atas. Pada 2026, kompetisi tersebut digelar di Turki dengan melibatkan 184 peserta dari 50 negara. (*/Pr/C1)

Tinggalkan Balasan