Bicaraindonesia.id, Surabaya – Final Soekarno Cup 2026 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Senin malam (24/8/2026), mempertemukan ratusan talenta muda dari berbagai daerah Indonesia dalam panggung sepak bola usia muda.
Laga puncak tersebut disaksikan hampir 20.000 penonton dan Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.
Soekarno Cup 2026 diikuti 400 talenta muda dari 16 provinsi. Ketua Panitia Nasional Soekarno Cup, Komarudin Watubun, mengatakan pemilihan Surabaya sebagai lokasi final memiliki makna historis.
Surabaya merupakan kota kelahiran Bung Karno. Sementara Stadion GBT mengabadikan nama Bung Tomo, tokoh penting dalam perjuangan arek-arek Suroboyo mempertahankan kemerdekaan.
“Malam final ini bukan sekadar pertandingan biasa. Malam ini kita menyatukan dua nama besar yang menentukan Merah-Putihnya sejarah bangsa: Bung Karno dan Bung Tomo,” ujar Komarudin dalam sambutannya.
Menurut Komarudin, nama Bung Karno dan Bung Tomo tidak hanya menjadi bagian dari sejarah, tetapi juga menjadi simbol semangat yang ingin ditanamkan kepada para talenta muda yang tampil dalam Soekarno Cup.
“Di stadion ini, nama mereka menyatu dengan gemuruh suara penonton dan semangat para talenta muda akar rumput dari pelosok Tanah Air yang berlaga di panggung nasional ini,” katanya.
Ia menggambarkan semangat perjuangan Bung Karno dan Bung Tomo seolah kembali hadir melalui perjuangan generasi muda di lapangan hijau.
“Mereka melihat api perjuangan yang dahulu mereka nyalakan, kini terus menyala di dada generasi muda,” ujarnya.
Surabaya memiliki ikatan historis dengan Bung Karno. Sang Proklamator lahir di Surabaya pada 6 Juni 1901 dan menghabiskan masa remajanya di kota tersebut. Bung Karno juga pernah tinggal di rumah HOS Tjokroaminoto, tokoh pergerakan yang turut membentuk pemikirannya mengenai bangsa, perjuangan, dan kemerdekaan.
Sementara itu, Bung Tomo dikenang sebagai salah satu tokoh yang membangkitkan keberanian rakyat Surabaya saat menghadapi pasukan Sekutu pada 10 November 1945. Melalui siaran radio, Bung Tomo mengobarkan semangat perlawanan, persatuan, dan pengorbanan untuk mempertahankan kemerdekaan.
Semangat perjuangan tersebut kini diterjemahkan dalam bentuk berbeda melalui sepak bola. Ratusan pemain muda dari berbagai daerah berkumpul di Surabaya untuk menunjukkan kemampuan sekaligus mengejar peluang menuju sepak bola profesional.
“Ketika ratusan anak muda dari berbagai penjuru Indonesia berkumpul di Surabaya untuk bertanding dan mengejar mimpi menjadi pesepak bola profesional, Soekarno Cup ingin mempertemukan sejarah perjuangan bangsa dengan cita-cita generasi masa depan melalui lapangan sepak bola,” kata Komarudin.
Komarudin kemudian mengutip pesan yang selama ini lekat dengan Bung Karno: “Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia”.
Menurut dia, pesan tersebut sejalan dengan semangat Soekarno Cup yang tidak hanya menargetkan lahirnya pemain dengan kemampuan teknis, tetapi juga generasi muda berkarakter dan bermental juara.
“Saya mengingatkan sebuah pesan besar Bung Karno. Pesan itu bukan sekadar kata-kata. Itu adalah keyakinan bahwa pemuda Indonesia memiliki tenaga, keberanian, kreativitas, dan semangat untuk membawa bangsa ini menjadi bangsa yang besar,” tuturnya.
Sesuai pesan inisiator Soekarno Cup, Prananda Prabowo, para pemain muda yang mengikuti turnamen tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai pesepak bola berbakat.
Mereka didorong menjadi pemain yang mampu berprestasi di lapangan sekaligus tumbuh sebagai generasi yang disiplin, sportif, berani bermimpi besar, dan berkontribusi bagi masa depan Indonesia.
Final Soekarno Cup 2026 di Stadion GBT pun tidak hanya menjadi ajang penentuan juara. Turnamen tersebut membawa misi untuk menjadikan sepak bola sebagai ruang pembinaan talenta sekaligus membangun karakter dan semangat generasi muda Indonesia. (*/Dap/A1)

Tinggalkan Balasan