Bicaraindonesia.id, Surabaya TNI Angkatan Laut (TNI AL) terus bergerak membantu percepatan penanganan dan pemulihan masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Melalui Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Satgas Gulbencal) TNI AL, bantuan kemanusiaan dilakukan melalui pelayanan kesehatan, penyediaan makanan, hingga pembersihan puing-puing bangunan yang terdampak bencana di wilayah Reo, Kabupaten Manggarai, NTT, Sabtu (22/8/2026).

Salah satu unsur utama Satgas Gulbencal TNI AL, KRI dr. Soeharso-990, dikerahkan sebagai kapal rumah sakit untuk memberikan pelayanan medis kepada masyarakat Reo yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Dengan dukungan tenaga kesehatan dan fasilitas medis yang dimiliki, KRI dr. Soeharso-990 memberikan penanganan kepada masyarakat terdampak, mulai dari pemeriksaan kesehatan hingga tindakan medis sesuai kondisi dan kebutuhan pasien.

Baca Juga:  1.487 Satuan Pendidikan di NTT Direvitalisasi pada 2026

Selain pelayanan kesehatan melalui kapal rumah sakit, prajurit Korps Marinir TNI AL melalui Batalyon Kesehatan 2 Pasmar turut memberikan pelayanan medis secara langsung kepada masyarakat di Rumah Sakit Lapangan (Rumkitlap) yang tergabung dalam Posko Gulbencal TNI AL di Desa Wangkung, Kecamatan Reo, NTT.

Personel kesehatan Marinir melakukan pemeriksaan dan penanganan medis kepada warga sekaligus memastikan masyarakat tetap memperoleh akses pelayanan kesehatan di tengah kondisi pascabencana.

Pangkoarmada II Laksda TNI I G.P. Alit Jaya, selaku Komandan Gugus Tugas Gulbencal TNI AL, mengatakan kehadiran personel TNI AL merupakan bagian dari upaya mendukung masyarakat tidak hanya pada masa tanggap darurat, tetapi juga dalam proses pemulihan.

Baca Juga:  DPR Setujui Lelang Eks KRI Ki Hajar Dewantara-364

“Kehadiran KRI dr. Soeharso-990 sebagai kapal rumah sakit serta keterlibatan personel Marinir di Rumkitlap, Dapur Lapangan, dan kegiatan pembersihan puing mencerminkan kehadiran TNI AL yang tidak hanya hadir dalam aspek penanganan kedaruratan, tetapi juga turut mendampingi masyarakat dalam proses pemulihan pascabencana,” tegas Pangkoarmada II dalam keterangan tertulisnya dikutip pada Minggu (23/8/2026).

Tak hanya berfokus pada aspek kesehatan, Marinir melalui Batalyon Zeni juga mengerahkan personel untuk mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat melalui Dapur Lapangan.

Dapur Lapangan disiapkan untuk menyediakan makanan bagi warga terdampak maupun personel yang terlibat dalam penanganan bencana. Dengan demikian, kebutuhan konsumsi selama masa tanggap darurat dapat tetap terpenuhi.

Baca Juga:  DPR Setujui Lelang Eks KRI Ki Hajar Dewantara-364

Di sisi lain, personel Marinir turut turun langsung membantu masyarakat membersihkan puing-puing rumah yang mengalami kerusakan akibat gempa.

Dengan memanfaatkan tenaga dan peralatan yang tersedia, prajurit bersama masyarakat bergotong royong menyingkirkan material bangunan yang runtuh. Upaya tersebut dilakukan untuk mempercepat pembersihan lingkungan sekaligus membuka kembali akses bagi aktivitas masyarakat. (*/Pen2/A1)