Bicaraindonesia.id, Surabaya – Turnamen sepak bola Soekarno Cup 2026 terus meningkatkan standar penyelenggaraan dengan menghadirkan perangkat pertandingan berkualitas dan mengedepankan prinsip netralitas.
Turnamen yang diikuti 400 talenta muda dari 16 provinsi tersebut akan menggunakan wasit Liga 1 serta teknologi Video Assistant Referee (VAR) pada babak semifinal dan final.
“Kebijakan tersebut menjadi bagian penting dari upaya panitia menjaga obyektivitas pertandingan sekaligus memastikan setiap laga berlangsung secara profesional, transparan, dan menjunjung tinggi sportivitas,” ujar Pengarah Panitia Soekarno Cup, Deni Wicaksono di Surabaya, Jumat (21/8/2026).
Babak semifinal Soekarno Cup 2026 dijadwalkan berlangsung pada 21 Agustus 2026, sedangkan babak final digelar 24 Agustus 2026. Turnamen tersebut sebelumnya rutin digelar sejak 2023 di Jakarta dan dilanjutkan pada 2025 di Bali.
Deni mengatakan, peserta yang datang dari berbagai daerah membuat kualitas dan independensi perangkat pertandingan menjadi bagian penting dari kredibilitas turnamen.
Penerapan teknologi VAR diharapkan dapat membantu mengurangi dampak kesalahan keputusan pada momen-momen krusial, seperti situasi gol, penalti, kartu merah langsung, hingga kesalahan identitas pemain.
“Penggunaan VAR pada fase akhir turnamen juga memiliki nilai strategis. Semifinal dan final merupakan pertandingan dengan tekanan tinggi sehingga keputusan perangkat pertandingan dapat memiliki dampak besar terhadap hasil kompetisi. Kehadiran teknologi pendukung memberikan lapisan pengawasan tambahan agar keputusan penting dapat diambil berdasarkan fakta pertandingan,” ujar Deni.
Meski demikian, penggunaan VAR tidak menggantikan peran wasit di lapangan. Teknologi tersebut tetap berfungsi sebagai alat bantu bagi wasit untuk mengambil keputusan secara lebih akurat.
Karena itu, kombinasi antara wasit profesional, perangkat pertandingan yang netral, dan teknologi pendukung dinilai menjadi formula penting untuk menciptakan pertandingan yang obyektif.
Deni menjelaskan, bagi Soekarno Cup, peningkatan kualitas perangkat pertandingan tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis pertandingan. Dari sisi pembinaan pemain muda, pengalaman tampil dalam kompetisi dengan standar penyelenggaraan yang semakin profesional juga memiliki nilai penting.
“Pemain tidak hanya belajar mengenai teknik dan taktik, tetapi juga belajar menghadapi tekanan pertandingan, menghormati keputusan perangkat pertandingan, menjaga disiplin, dan memahami pentingnya fair play,” ujarnya.
Menurut Deni, penggunaan wasit berkualitas dan VAR juga dapat dipandang sebagai investasi jangka panjang dalam pembinaan sepak bola usia muda.
Para pemain yang tampil di Soekarno Cup tidak hanya dipersiapkan untuk memiliki kemampuan teknis, tetapi juga memahami budaya kompetisi yang sehat dan profesional.
“Dengan menghadirkan teknologi VAR pada semifinal serta final, Soekarno Cup 2026 menunjukkan keseriusan untuk terus meningkatkan standar kompetisinya. Lebih jauh, langkah tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan sepak bola usia muda membutuhkan ekosistem yang profesional, obyektif, transparan, dan berorientasi pada masa depan. Ini komitmen kita bersama,” pungkas Deni. (*/Dap/A1)

Tinggalkan Balasan