Bicaraindonesia.id, Jakarta – Pemulihan infrastruktur dasar pascagempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus dipercepat. Pemerintah tidak hanya menangani korban dan kerusakan bangunan, tetapi juga memulihkan jaringan listrik dan telekomunikasi untuk mendukung aktivitas masyarakat di wilayah terdampak.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan pemulihan infrastruktur listrik dan jaringan komunikasi berjalan optimal berdasarkan laporan Pos Pendamping Nasional (Pospenas).
“Pos Pendamping Nasional (Pospenas) merilis perbaikan infrastruktur listrik dan jaringan komunikasi berjalan optimal. Pada Senin (17/8/2026), Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Flores Bagian Timur dan UP3 Flores Bagian Barat hampir 100 persen untuk memulihkan jaringan listrik yang berada pada wilayah kerja mereka. Trafo GI sudah pulih 100 persen. Sedangkan tiang listrik atau penylang yang terdampak sudah berfungsi 98,3 persen,” kata Berton dalam keterangannya dikutip dari Infopublik pada Selasa (18/8/2026).
Berdasarkan laporan tersebut, sebanyak 3.478 gardu distribusi terdampak telah kembali menyala dengan tingkat pemulihan mencapai 99,45 persen. Dari total pelanggan di wilayah terdampak, sebanyak 564.065 pelanggan atau 99,4 persen telah kembali mendapatkan pasokan listrik.
UP3 Flores Bagian Timur melayani wilayah Kabupaten Sikka dan sekitarnya. Sementara itu, UP3 Flores Bagian Barat mencakup enam kabupaten di daratan Flores bagian barat, yakni Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, dan Ende.
Selain jaringan listrik, pemerintah juga terus memulihkan jaringan telekomunikasi. Jaringan yang dikelola Telkomsel dilaporkan telah pulih hampir 100 persen di sejumlah wilayah terdampak gempa.
Pemulihan jaringan komunikasi telah mencapai lebih dari 90 persen di Manggarai Barat, Nagekeo, Ngada, Sikka, Ende, dan Manggarai. Sementara itu, pemulihan jaringan di Kabupaten Manggarai Timur mencapai 76,3 persen dengan 14 site masih mengalami kendala.
Pemulihan listrik dan telekomunikasi tersebut diharapkan mempercepat kembalinya aktivitas masyarakat setelah gempa. Perbaikan kedua infrastruktur dasar itu juga dilakukan bersamaan dengan pemulihan infrastruktur lainnya, termasuk akses jalan.
Di sisi lain, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak terus dilakukan melalui pos komando dengan dukungan Pospenas dan berbagai unsur terkait. Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah untuk mempercepat pemulihan kondisi masyarakat serta aktivitas sosial dan ekonomi di wilayah terdampak gempa. (*/IP/A1)

Tinggalkan Balasan