Bicaraindonesia.id, Bekasi – TNI Angkatan Darat (TNI AD) terus memperkuat kontribusinya dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat melalui pembangunan infrastruktur air bersih. Hingga saat ini, TNI AD telah membangun 10.912 titik air bersih, termasuk 5.797 sumur bor dalam lima tahun terakhir.
Capaian tersebut disampaikan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, kepada Presiden Prabowo Subianto melalui video conference dalam rangka peresmian Jembatan Garuda ke-2.500 dan titik air bersih ke-3.000 di Desa Ridomanah, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8/2026).
Kasad mengatakan, dukungan Presiden Prabowo Subianto turut mempercepat pembangunan titik air bersih di berbagai wilayah. Sejak Januari hingga Agustus 2026, TNI AD telah mengerjakan 3.232 titik air, dengan 3.000 titik di antaranya telah selesai.
“Dengan dukungan dari Bapak Presiden, dari mulai Januari sampai dengan Agustus ini saja kita sudah membuat 3.232 titik air, yang sudah selesai 3.000. Dan ini akan terus kita lanjutkan. Mudah-mudahan target kami untuk jembatan ini di akhir tahun bisa 5.000, minimal 5.000 selesai,” ujar Kasad dalam keterangan resmi dikutip Bicaraindonesia.id pada Sabtu (15/8/2026).
Titik air bersih ke-3.000 berada di Sumenep. Sementara itu, pembangunan sumur bor di Gunungsitoli telah mencapai kedalaman 180 meter dan memberikan manfaat bagi sekitar 231 kepala keluarga.
Selain pembangunan sarana air bersih, TNI AD juga mencatat capaian signifikan dalam pembangunan jembatan untuk membuka akses masyarakat. Hingga 13 Agustus 2026, TNI AD telah mengerjakan 3.008 jembatan, dengan 2.500 jembatan telah selesai dan 508 lainnya masih dalam proses pengerjaan.
“TNI Angkatan Darat sudah mengerjakan 3.008 jembatan dan per hari ini kita selesaikan 2.500 jembatan di tempat ini. Memang setiap hari bisa sampai di atas 50, hampir 100, itu karena waktu memulainya berbeda-beda,” jelas Kasad.
Pembangunan jembatan tersebut telah membuka akses menuju 7.807 desa, 9.008 sekolah, 4.502 fasilitas kesehatan, serta 4.618 fasilitas ekonomi. Infrastruktur tersebut diperkirakan memberikan manfaat kepada sekitar 4,5 juta jiwa.
Pasca bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, sebanyak 798 jembatan juga menjadi prioritas pengerjaan. TNI AD menargetkan pembangunan jembatan terus berlanjut hingga sedikitnya 5.000 jembatan selesai pada akhir 2026.
Di sektor ketahanan pangan, TNI AD turut memperkuat dukungan melalui pembangunan infrastruktur irigasi. Sebanyak 83.150 hektare lahan yang sebelumnya bergantung pada air hujan telah mendapatkan dukungan pengairan.
Selain itu, terdapat 445 titik irigasi baru yang diproyeksikan mampu mengairi 16.970 hektare lahan. Secara keseluruhan, program tersebut diarahkan untuk mendukung pengairan sekitar 100.120 hektare lahan tadah hujan.
Dengan dukungan pengairan tersebut, lahan pertanian diharapkan berpotensi panen hingga tiga kali dalam setahun dan meningkatkan produksi gabah sekitar 1,5 juta ton per tahun.
Kasad menegaskan, pembangunan jembatan, penyediaan air bersih, dan pengembangan irigasi merupakan bentuk nyata dukungan TNI AD terhadap program pemerintah sekaligus upaya menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat.
Ia juga mengapresiasi keterlibatan masyarakat yang bergotong royong bersama prajurit dalam pelaksanaan berbagai program pembangunan tersebut.
“Kerja sama dari masyarakat dan kehidupan bergotong royong itu hal yang penting. Dengan gotong royong masyarakat merasa memiliki, dan saya lihat respons gotong royong masyarakat di seluruh Indonesia luar biasa,” pungkas Kasad. (*/Pen/A1)

Tinggalkan Balasan