Bicaraindonesia.id, Jakarta Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa perekonomian Republik Indonesia (RI) tetap menunjukkan kinerja positif di tengah ketidakpastian global. Pada semester I 2026, ekonomi Indonesia tumbuh 5,45 persen, sementara realisasi investasi mencapai Rp1.010 triliun dan menciptakan lebih dari 1,4 juta lapangan kerja.

Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Prabowo mengatakan, kondisi perekonomian global saat ini menghadapi berbagai tekanan akibat konflik geopolitik, perang dagang, hingga gangguan rantai pasok.

“Kita mengetahui dunia sedang menghadapi konflik geopolitik, perang dagang, perang terbuka di Eropa, di Timur Tengah dan berbagai tempat lainnya di dunia. Seluruh dunia mengalami gangguan rantai pasok dan tekanan ekonomi,” ujar Prabowo dalam pidatonya dikutip Bicaraindonesia.id pada Jumat (14/8/2026).

Menurut dia, kondisi tersebut menjadi momentum bagi Indonesia untuk memperkuat kemandirian ekonomi dan mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar negeri.

Baca Juga:  Kapolri Minta Pungli dan Premanisme di Industri Ditindak

“Dalam keadaan seperti ini Indonesia harus semakin mampu berdiri di atas kaki kita sendiri, kita harus bisa mandiri. Kita tidak boleh tergantung pasokan-pasokan dari luar, karena kalau situasi tiba-tiba berubah ke arah yang lebih jelek kita harus survive,” tuturnya.

Di tengah ketidakpastian global tersebut, Prabowo menyebut investasi di Indonesia tetap mengalami pertumbuhan. Sepanjang 2025, realisasi investasi mencapai Rp1.931 triliun dan menciptakan sekitar 2,7 juta lapangan kerja.

“Alhamdulillah, karena kerja keras kita, karena kepercayaan rakyat kepada pemerintah di tengah ketidakpastian global investasi tetap tumbuh,” ucapnya.

Kinerja investasi tersebut berlanjut pada semester I 2026. Prabowo menyebut realisasi investasi selama enam bulan pertama tahun ini telah mencapai Rp1.010 triliun dan menciptakan lebih dari 1,4 juta lapangan kerja.

“Sepanjang 2025, realisasi investasi mencapai Rp1.931 Triliun dan telah mencapai 2,7 juta lapangan kerja. Pada semester pertama 2026 ini saja realisasi investasi mencapai Rp1.010 triliun dan telah menciptakan lebih dari 1,4 juta lapangan kerja,” terangnya.

Baca Juga:  KTT BRICS 2026 Hasilkan Deklarasi New Delhi

Sejalan dengan perkembangan investasi, pertumbuhan ekonomi nasional juga menunjukkan tren positif. Prabowo menyebut ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen pada kuartal I 2026 dan mencapai 5,45 persen secara semesteran.

“Ekonomi kita pada kuartal pertama tahun 2026 tumbuh 5,61 persen dan pada semester pertama tahun 2026 tumbuh 5,45 persen, ini adalah pertumbuhan kuartal pertama dan pertumbuhan semester pertama tertinggi dalam 13 tahun terakhir ini,” ujar Kepala Negara.

Dengan capaian tersebut, Prabowo optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat terus meningkat hingga akhir tahun. Ia meyakini target pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen dapat dicapai melalui kebijakan yang tepat dan rasional.

“Dengan kebijakan-kebijakan yang tepat, yang rasional, yang menggunakan akal sehat, saya yakin pertumbuhan ekonomi kita di akhir tahun ini bisa mencapai angka 6 persen,” kata dia.

Meski demikian, Prabowo menegaskan pertumbuhan ekonomi dan investasi bukanlah tujuan akhir pembangunan. Menurutnya, capaian ekonomi harus memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga:  Suahasil Nazara Resmi Jadi Menkeu, Gantikan Purbaya Sadewa

“Tetapi, saya tegaskan di hadapan majelis ini, bagi saya pertumbuhan dan investasi bukan tujuan akhir, tujuan kita adalah kesejahteraan rakyat kita,” tegasnya.

Ia menekankan investasi harus memberikan dampak langsung terhadap penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kualitas hidup masyarakat, terutama kelompok masyarakat yang berada di lapisan paling bawah.

“Pertumbuhan tinggi tidak bisa dinikmati oleh rakyat kita, kebanyakan tidak bermanfaat bagi kita. Setiap rupiah investasi harus menciptakan pekerjaan, harus menghasilkan perbaikan kualitas hidup rakyat kita terutama rakyat kita yang paling bawah, itulah orientasi pemerintah yang saya pimpin,” tuturnya.

Prabowo juga menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan tidak ada masyarakat yang tertinggal dalam proses pembangunan, termasuk dalam pemenuhan kebutuhan dasar.

“Kita tidak boleh meninggalkan mereka yang tidak berdaya, kita tidak boleh membiarkan kelaparan ada di bumi Indonesia. Republik Indonesia anggota G20, tidak pantas masih ada rakyat kita yang lapar,” tandasnya. (*/An/A1)